Terima orderan dari rumah ke rumah (2)

Sentra ikan hias di Jalan Bina Marga, Kecamatan Baranangsiang, Bogor tergolong lengkap. Bukan hanya koleksi ikan hiasnya yang lengkap, sentra ini juga menyediakan aneka tanaman air dan pernak-pernik akuarium.
Salah satu pedagang yang fokus menjual tanaman air sebagai bahan aquascape adalah Indra Kusuma, pemilik toko Fenix Hero Aquascape. Selain tanaman air, ia juga menyediakan pernak-pernik lain yang dibutuhkan untuk aquascape.
Sebagai pedagang pernak-pernik aquascape, Indra juga mahir menata dan membuat aquascape. Bermodalkan kemampuan itulah, ia dan beberapa temannya juga menerima desain aquascape dari rumah ke rumah. 
Ia membanderol tarif jasa pembuatan aquascape Rp 2,5 juta untuk aquascape ukuran 15 cm x 10 cm x 10 cm. Sementara ukuran 1,2 m x 45 cm x 45 cm dikenakan tarif Rp 25 juta.
Harga tersebut sudah bersih, maksudnya sudah termasuk isi dan peralatan yang dibutuhkan. Indra sudah memulai bisnis aquascape-nya sejak tahun 2000. Sebelum akhirnya membuka kios di Bogor, ia lebih dulu membuka kios di Jalan Sumenep, Jakarta.
Awalnya, pemasaran ia lakukan via online dan mengandalkan pemasaran mulut ke mulut dari komunitas aquascape yang ia ikuti. Selain didapat dari supplier, pasokan tanaman airnya juga diperoleh dari hasil membudidayakan sendiri. "Kalau bibit kami biasanya ambil dari online. Banyak itu atau dapat info dari komunitas. Yang jual juga orang-orang komunitas aquascapesendiri," ujar pria asli Kalimantan tersebut.
Kios miliknya juga menjual perlengkapan aquascape, seperti tanah, pupuk, pembersih hama siput, bakteri starter, dan penjernih air. Perlengkapan itu dibutuhkan untuk menata fondasi aquascape di awal. Ia juga menjual siput-siput yang sengaja ditaruh di atas daun untuk mengurangi lumut. Karena sudah membuka kios lebih dulu di Jalan Sumenep, konsumen Indra datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan, Sumatra, Sulawesi hingga Merauke.
Lain halnya dengan Maksum, salah seorang pedagang ikan di sentra ini, Ia mengaku memperoleh pasokan ikan hias dari para petani ikan di Bojonggede dan Cimanggu, Bogor. "Kadang supplier ada yang ngirim, kadang kami langsung ke petani. Biasanya kalau yang kecil-kecil ambilnya grosir 200 ekor dari petani," ungkap Maksum.
Maksum mengaku berjualan di tempat sekarang lebih nyaman dibandingkan tempatnya berjualan dulu, yakni di Pasar Parung, Bogor. "Capek kalau di Parung, jam 2 malam sudah membungkus ikan, nanti pagi jam 4 sudah ramai pembeli," jelasnya.
Selain itu, persaingan di Pasar Parung juga lebih ketat karena pedagangnya datang dari banyak daerah, seperti Bekasi, Tangerang, Jatinegara, Serang, Cirebon, sampai Lampung.
(Bersambung)
sumber : kontan.co.id
Share: