Sapu-sapu hingga lele berkumpul di sini (1)

Memandangi warna-warni dan bentuk ikan hias yang cantik bisa membawa kenikmatan tersendiri. Tak heran, banyak orang yang melengkapi isi rumahnya dengan ikan hias. Kalau ia pehobi ikan hias, tidak jarang ia rela berburu ke berbagai daerah demi mendapatkan ikan yang disukainya. Bagi orang yang tinggal di Semarang, salah satu sentra ikan hias tempat mereka berburu adalah di Jalan K.H. Agus Salim.

Di sana ada sekitar 40 pedagang. Sebagian berdagang kios yang hanya ditutup  terpal dengan  tiang kayu sebagai penyangga. Namun, ada juga berjualan di bangunan semi permanen. Ukurannya pun beragam, mulai 2 x 2 meter (m), 5 x 2 m dan seterusnya. 

Deretan kios pedagang itu tepatnya berada di lorong di Jalan K.H. Agus Salim. Dari Pasar Johar, yang cukup terkenal itu, lokasi sentra ikan hias tersebut sekitar 1 kilometer (km).

Jika tidak membawa kendaraan pribadi, Anda bisa menggunakan angkutan umum rute Simpang Lima - Pasar Johar. Namun, jika memakai kendaraan pribadi, Anda bisa cukup leluasa parkir di depan lorong  ataupun di pinggir Jl. K.H. Agus Salim.

Salah seorang pedagang, Supriono bercerita, sentra ini sudah ada sejak 1990-an. Namun, dulu, para pedagang berjualan terpisah-pisah di sepanjang pinggiran jalan tersebut. "Perlahan, kami akhirnya dikumpulkan dan terpusat di gang yang sekarang ini," tuturnya. 
 
Sentra ini beroperasi setiap hari mulai jam 8 pagi hingga pukul 6 sore. Pria yang akrab disapa Supri ini menyebut, pengunjung paling ramai ketika akhir pekan.

Nah, di kios-kios tersebut para pedagang menjajakan aneka jenis ikan hias. Mulai dari ikan koki, koi, lemon kuning, ikan sapu-sapu, lele putih hias, hingga kura-kura mini bisa ditemui di sini. Selain itu, ada pula pedagang yang menjual pakan ikan hingga perlengkapan memelihara ikan hias.

Supri memajang aneka jenis ikan dagangannya di dalam bak-bak besar berukuran 3 x 1 m. Sebagian lagi dipajang di dalam akuarium. 

Pedagang lainnya, Sri Wahyu memajang semua ikan hias di dalam beberapa akuarium. Maklum, kiosnya termasuk cukup besar dan sudah semi permanen, sehingga aman menyimpan akuarium di sana. Selain itu, di bagian teras kiosnya, ia juga menempatkan beberapa ember yang berisi ikan sapu-sapu dan kura-kura. 

Menurut Sri, ikan sapu-sapu memang termasuk salah satu yang paling banyak dicari pembeli. Makanya, hampir seluruh pedagang menjual jenis sapu-sapu. harga jualnya berkisar Rp 2.000 hingga Rp 7.000 per ekor.

Sri menyebut, ikan sapu-sapu sangat diminati, karena fungsinya. Walaupun secara fisik jelek, berwarna hitam, dan terkesan menyeramkan, namun sapu-sapu berfungsi sebagai pembersih kaca akuarium. "Ikan itu memakan lumut-lumut yang menempel di kaca, sehingga akuarium jadi bersih," ujarnya.

Lantaran selalu ramai pengunjung, para pedagang bisa meraup penghasilan menggiurkan. Supri bisa mengantongi omzet hingga 10 juta sebulan. Sementara Sri mengaku, omzetnya Rp 9 juta - Rp 14 juta per bulan. 

(Bersambung)
sumber : kontan.co.id
Share: