Pasar Mangkura: Tujuan penggemar ikan hias (1)


Jika Anda gemar memelihara ikan hias, dan sedang berada di Makassar, tidak ada salahnya berkunjung ke sentra ikan hias di Pasar Mangkura. Lokasi sentra ini tepatnya berada di Jalan Lamadukelleng, sekitar dua kilometer dari Pantai Losari. Bahkan, jika berjalan kaki dari Balai Kota Makassar, hanya butuh 15 menit untuk mencapai lokasi sentra. 

Ada 18 kios yang terbuat dari kayu, berjejer di sisi kiri dan kanan jalan. Puluhan jenis ikan hias ditata rapat di masing-masing kios, mulai dari ikan koi, ikan koki, ikan cupang, hingga arowana.

Ketika KONTAN menyambangi sentra ini, tampak para penjual ikan hias sibuk melayani para pembeli. Padahal, ketika itu masih menunjukkan pukul 9 pagi. Namun, aktivitas penjualan sudah terbilang ramai.

Ismail, salah satu pemilik kios ikan hias bercerita, awalnya, mereka belum mangkal di Pasar Mangkura. Memang, perjalanan para pedagang ikan hias ini terbilang unik.

Menurut Ismail, dulu, sekitar tahun 1986, puluhan pedagang ikan hias menempati lokasi di segitiga antara jalan Lamadukelleng, Jalan Sultan Hasanuddin, dan Jalan Botolempengan. Namun, pedagang kerap terpaksa kucing-kucingan dengan polisi pamong praja. Jika ketahuan berjualan, kios ikan hias acapkali dirusak petugas karena dianggap merusak pemandangan kota.

Kemudian, pada 1988, para pedagang mendatangi Dinas Pariwisata Kota Makassar demi meminta kejelasan tentang nasib mereka. Akhirnya, pemerintah memberikan lokasi di Jalan Lamadukelleng. Lokasi sentra ikan hias ini akhirnya disebut Pasar Mangkura. 

Kala itu, ada 22 orang yang diizinkan secara resmi berjualan di sentra ini. "Tiap pedagang diberi jatah kios seluas 9 meter persegi," tutur pria 40 tahun ini.

Sekarang, tersisa 18 kios yang aktif berjualan di sentra Pasar Mangkura. Empat pedagang lainnya sudah  beralih ke bisnis lain. Ismail mengaku, tak tahu persis alasan keempat pedagang itu. "Tapi, mungkin karena bosan. Memang untuk menjalankan bisnis seperti ini, sebaiknya sekaligus merupakan hobi, supaya awet," imbuhnya.  

Nah, harga ikan yang dijajakan di sentra ini beragam. Mulai dari Rp 10.000 untuk jenis cupang, hingga jutaan. Termahal yakni arowana red mencapai Rp 8 juta.

Ismail bilang, saban hari bisa mengantongi omzet sekitar Rp 700.000. Dengan kata lain, dalam sebulan ia bisa meraup omzet sekitar Rp 20 juta. "Setiap hari pasti ada pembeli, tidak pernah kosong," klaimnya.

Pedagang ikan hias lainnya, Juprianto mengaku, bisa mengumpulkan omzet hingga Rp 15 juta tiap bulan. Supaya pendapatan lebih gemuk, pria 33 tahun ini tak hanya jualan ikan hias, tapi juga peralatan memelihara ikan, seperti akuarium dari bahan fiber glass. Ia mematok harga berkisar Rp 90.000-Rp 125.000 untuk akuarium, tergantung ukuran. 

Pemilik kios lainnya, Paul bilang, sentra ikan hias Mangkura sudah sangat populer di kalangan pecinta ikan hias. Pasalnya, sentra ini menjual ikan hias yang berasal dari lokal maupun luar negeri.

Paul bahkan menjual jenis ikan yang unik, seperti ikan naga, bangko, serta ikan buaya. Di kiosnya, ia membanderol harga satu ikan hias mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 10 juta per ekor. 


(Bersambung)

sumber : kontan.co.id
Share: