Kembang kol berkembang cepat di dataran tinggi (2)


Budidaya kembang kol sebenarnya tidak terlalu sulit. Namun, untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal, budidaya sebaiknya dilakukan di daerah yang bercuaca sejuk. 

Muklas Aprisandi, pembudidaya kembang kol asal Samarinda, Kalimantan Timur mengatakan, kembang kol cocok dibudidayakan di daerah dataran tinggi. Namun demikian, tanaman ini juga bisa dikembangkan di daerah dataran rendah.
 
Cuma hasilnya akan berbeda. "Kalau di dataran tinggi kembang kol bisa berukuran sampai 500 gram, tapi kalau di dataran rendah agak jelek hasilnya dan masa panennya juga lebih panjang," kata Muklas.

Menurut Muklas, masa panen kembang kol di daerah dataran tinggi terbilang sangat cepat. Hanya dalam 50 hari sejak ditanam, kembang kol sudah bisa panen. 

Gunawan Wibisono, petani kembang kol asal Nganjuk, Jawa Timur menambahkan, perawatan kembang kol tergolong mudah. Langkah pertama menyiapkan lahan yang akan ditanami. Ukuran lahan cukup 50 centimeter (cm) x 1 meter (m).

Setelah lahan siap, lakukan penyemaian bibit kembang kol. Butuh waktu sekitar 20 hari sampai bibit tumbuh. Setelah bibit tumbuh, tutupi lahan dengan plastik yang dilubangi tengahnya.

Plastik ini akan membantu kembang kol tumbuh dengan baik, apalagi pada musim penghujan. Rumput di sekitar tanaman juga tidak tumbuh karena terhalang plastik. Selain itu, plastik juga memudahkan pemberian pupuk pada tanaman. “Setelah seminggu, saya beri pupuk cair yang mengandung kalsium atau nitrat karena kembang kol tergolong tanaman hortikultura,” kata  Gunawan.

Muklas menambakan, sebelum disemai, sebaiknya benih direndam air dahulu selama 12 jam atau sampai benih terlihat pecah agar mudah berkecambah. 

Setelah itu, barulah benih disebar di lahan penyemaian. Sementara untuk tanahnya, ia menyarankan untuk menggunakan tanah lempung dan bukan tanah liat. Soalnya, tanah lempung lebih subur, gembur dan mengandung banyak bahan organik. 

Selain itu, tanah juga tidak boleh mengandung hama serta harus mendapat asupan sinar matahari yang cukup.
Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari, bergantung dari cuaca. Muklas bilang, untuk menghindari hama, tanaman harus rajin dibersihkan dari rumput. "Jadi harus rajin mencabuti rumput-rumput atau gulma yang tumbuh disela-sela tanaman pokok," tuturnya.

Menurut Gunawan, hama tanaman ini biasanya kutu dan ulat pemakan daun. Mengatasinya cukup dengan menyemprotkan fungisida dan pestisida seperlunya.  “Tapi jangan terlalu banyak karena buahnya akan dikonsumsi,” ucapnya. 


(Selesai)

sumber : kontan.co.id
Share: