Dikenal berkat promo dewan kerajinan (3)

Sentra ikan hias di Jalan Bina Marga, Kecamatan Baranangsiang, Bogor sudah berdiri sejak tahun 2008. Saat awal-awal berdiri, sentra ikan hias ini masih sangat sepi pengunjung.
Maksum, salah seorang pedagang ikan di sentra ini mengatakan, sekitar empat bulan pertama berjualan di tempat ini, mereka hampir tidak memperoleh omzet. “Ada empat bulanan awal, pendapatan seribu perak pun kami enggak dapat," katanya.
Kondisi itu terjadi lantaran sentra ini belum dikenal sama sekali. Jangankan orang jauh, warga Kota Bogor sendiri belum banyak tahu tentang sentra ini. 
Setelah empat bulan berlalu, mulai ada penjualan. "Tapi paling banyak Rp 10.000 sehari," kenang pria 55 tahun tersebut.

Namun, para pedagang tidak putus asa. Mereka memilih tetap bertahan karena meyakini suatu saat tempat ini bakal dikenal banyak orang. 
Kondisinya mulai membaik saat Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranesda) Kota Bogor menggelar kegiatan belajar melukis bagi siswa taman kanak-kanak (TK) di depo ikan hias tersebut. 
Lokasi ini dipilih karena memang sentra ini dikelola oleh Dekranasda. Kegiatan belajar melukis itu diikuti sekitar lima TK yang ada di Kota Bogor. Dari situ, banyak orang tua siswa mengetahui bahwa di tempat itu ada depo ikan hias. "Mulai dari situlah, penghasilan kami meningkat," kenang Maksum.
Untuk meramaikan sentra ini, Dekranesda Bogor juga menggelar kontes ikan cupang dan koi setiap tahunnya yang diikuti peserta dari seluruh Indonesia. 
Seiring makin populernya sentra ini, pelanggan Maksum juga terus bertambah.

Kini pelanggannya datang mulai dari Jakarta, Cianjur, Bogor, Bekasi, dan Bandung. Kebanyakan dari mereka merupakan wisatawan yang secara sengaja atau tidak mampir ke depo ikan hias tersebut.
Ia mengaku, tidak melayani  pengiriman luar kota karena kesulitan di armada dan lain-lain. "Jadi siapa yang mau cari ya datang saja ke sini," ujar Maksum.
Sama halnya dengan Maksum, Indra Kusuma, pemilik toko Fenix Hero Aquascape juga berhasil menggaet pelanggan dari luar kota. Konsumen Indra datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan, Sumatra, Sulawesi hingga Merauke. 
Selama menekuni usaha ini, baik Maksum maupun Indra mengaku tidak pernah menemukan kendala berarti. Mereka sangat menikmati profesinya ini karena memang didasari atas hobi.  "Ada orang hobinya ayam atau burung. Nah, saya hobinya ikan. Jadi saya jualan ikan," ujar Maksum. 
Sementara Indra menyukai aquascape sejak kecil. Indra yang masa kecilnya dihabiskan di Kalimantan ini terobsesi membawa ekosistem dari alam ke sebuah kotak aquarium. "Dulu di sana banyak gunung dengan pohon-pohon, ya saya suka. Pengin bisa memasukkan ekosistem itu ke dalam akuarium," tutur Indra.
Karena berawal dari hobi, tak heran jika keduanya menjadi ahli di bidang masing-masing. Maksum di kios ikan hiasnya dan Indra di kios aquacape-nya.
Soal persaingan, para pedagang di sini relatif akur. Mereka mengaku tidak pernah saling menjatuhkan harga.
(Selesai)
sumber : kontan.co.id
Share: