Yuk, belanja oleh-oleh teri Medan (1)

Jika sedang melancong ke Kota Medan, Sumatra Utara, salah satu tempat belanja oleh-oleh khas Medan satu ini tidak boleh dilewatkan, yaitu pusat penjualan ikan teri Medan. Letaknya berada di pasar sentral atau masyarakat setempat menyebutnya pajak sentral.
Sentra penjualan ikan teri di lokasi ini sangat terkenal sebagai pusat berkumpulnya penjual ikan teri menjajakan dagangannya. Sentra ini berbentuk ruko-ruko yang dikelilingi pasar tradisional.
Letaknya persis ada di belakang Plaza Sentral Kota Medan. Tempat ini cukup nyaman dikunjungi untuk berbelanja karena tertata rapi dan tempat parkir kendaraan pun lumayan luas. Pada sentra ini berjejer kurang lebih sekitar 40 pedagang hingga 50 pedagang dalam satu lokasi. Sentra penjualan ikan teri medan ini buka dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore.
A Chui, salah satu pedagang teri di sentra ini mengatakan, sentra ini sudah ada sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Konon, sentra penjualan ikan teri medan ini sudah ada sejak tahun 1933, yakni sejak mulai beroperasinya pasar sentral yang dibangun oleh pemerintah setempat. Namun, bangunan di tempat ini sempat terbakar di tahun 1970-an, kemudian dibangun lagi pada tahun 1990-an.  
Bangunannya dibuat menjadi lebih rapi dan disambungkan dengan Plaza Sentral Medan, agar masyarakat berbelanja bisa lebih mudah berpindah dari plaza ke pasar. Produk yang dijual di tiap kios semua sama yaitu ikan teri medan dengan jenis teri toge medan, dan teri nasi medan.
Perbedaan dari kedua jenis ikan ini yaitu untuk tipe ikan teri toge medan ukurannya lebih besar dari ikan teri nasi medan. Produk lainnya yang dijual, mereka menyebutnya ikan asin sampah. Ini adalah ikan asin berbagai jenis yang dicampur mulai dari ikan ebi, ikan jambal asin dan gabus asin. "Namun di sini yang paling tenar dan banyak dibeli adalah ikan teri medan," kata A Chui.
Saat KONTAN menyambangi sentra ini, terlihat beberapa ibu-ibu berbelanja ikan teri untuk dimasak di rumah. Biasanya masyarakat medan gemar menyantap teri medan untuk dimasak sambal balado.
A Chui mengatakan, harga jual teri mulai dari Rp 50.000-Rp 120.000 per kg, tergantung kualitasnya. A Chui mengaku omzet yang didapatkan jika sedang ramai pembeli bisa mencapai Rp 1 juta per hari. "Namun jika sedang sepi, omzet hanya Rp 600.000−Rp 750.000 per hari," kata dia.
Pedagang lainnya Robert bilang, dia hanya menjual ikan dengan kualitas yang bagus. Harganya sekitar Rp 110.000−Rp 120.000 per kg. Biasanya ikan-ikan ini bentuk badannya masih utuh. Sementara untuk ikan seharga Rp 50.000 per kg biasanya sudah hancur.
Robert mengaku mampu meraup omzet sekitar Rp 1,5 juta per hari jika sedang ramai, dan sekitar Rp 500 ribu per hari jika penjualan sedang sepi.       
(Bersambung)
sumber : kontan.co.id
Share:

Pengunjung

ANIMAL FEED MATERIAL

KAMI BERGERAK DI BIDANG PENYEDIAAN BAHAN PAKAN TERNAK. BAGI ANDA YANG MAU ORDER KAMI SIAP SUPLAY

Transportasi