Terkendala modal buat menambah panen (3)

Membudidayakan rumput laut terbilang cukup muda. Tetapi itu bukan berarti para petani tidak menemui hambatan dalam proses produksi. Misalnya pada saat musim kemarau, banyak rumput laut milik petani di Desa Lalombi, Kecamatan Benawa Tengah, Kabupaten Donggala, Palu, Sulawesi Tengah terjangkit lumut dan membuat ganggang ini berwarna biru.
Latief, salah satu petani rumput laut di sentra ini bilang, jika sudah begitu tidak ada upaya yang bisa dilakukan untuk pencegahan. “Tapi memang belum ada obatnya,” kata dia kepada KONTAN.
Selain itu, ombak besar juga menjadi kendala terbesar mereka. Otomatis saat ombak besar seluruh tanaman mereka rusak karena mereka menanam rumput laut di tengah laut. Mau tidak mau saat ombak besar seluruh petani rumput laut pasti rugi. "Ombak besar terjadi setiap tahun dan tidak ada upaya pencegahan juga," kata dia.
Meski hampir seluruh warganya membudidayakan tumbuhan berwarna hijau ini, namun persaingan disana terbilang sehat. Rupanya, para petani di sana sudah mempunyai tengkulak masing-masing. Uniknya, disana para petani bisa meminjam dana untuk kebutuhan produksi kepada para tengkulak tersebut. “ Jadi nanti setelah panen seluruh hasil panen otomatis punya dia,” kata Latief.
Mukramin, salah satu petani rumput laut di sini mengaku tidak jarang kekurangan modal untuk membeli bibit atau untuk modal pemeliharaan. Maklum saja, untuk merawat rumput laut mereka harus pergi ke tengah laut dengan kapal.
Mukramin menjelaskan, di sana juga tidak ada pungutan liar yang mengarahkan para tengkulak ke petani tertentu. Sehingga, para tengkulak dapat dengan bebas mencari rumput laut yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Hingga saat ini, produksi para petani di sana belum bisa memenuhi seluruh permintaan dari tengkulak. “Setiap panen itu, permintaan tengkulak pasti naik terus,” tegas Latief.
Namun sejak dulu, memang kendala mereka adalah modal dan ketersediaan bibit Sehingga sulit untuk meningkatkan produksi. Karena permintaan yang terus naik tersebut, para petani kini mulai belajar untuk membibitkan rumput laut, sehingga mereka tidak harus membeli bibit lagi. Sehingga saat ini, petani hanya menjual sebagian panen, dan  sebagian lagi digunakan untuk pembibitan.
Sayangnya, upaya tersebut masih belum bisa dirasakan oleh para petani karena hasil pembibitan mereka belum tumbuh. Mukramin yang juga menjabat sebagai wakil ketua kelompok mengakui, saat ini mereka masih terus belajar cara membudidayakan bibit rumput laut untuk menghasilkan
produk yang berkualitas tinggi. Para petani rumput laut biasanya menjual ikan sebagai pekerjaan sampingan sambil menunggu  musim panen rumput laut tiba.    n

(Selesai)
sumber : kontan.co.id
Share: