Tanpa Pengawet, Abon Ikan Lebak Diminati Jepang

Abon ikan “Bu Bedah” produksi kelompok usaha bersama Karya Mandiri di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, diminati pasar Jepang, karena tanpa menggunakan bahan pengawet serta tahan lama hingga delapan bulan.
“Kami memasok ke sejumlah pasar supermarket di Jepang melalui pengusaha eksportir dari Jakarta,” kata Ketua Kelompok Usaha Bersama (Kube) Karya Mandiri Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak, Bedah di Rangkasbitung.
Menurut dia, selama ini permintaan abon ikan untuk pasar Jepang relatif tinggi karena memiliki kualitas yang bagus dibandingkan dari Manado, Sulawesi Utara.
Produksi abon ikan yang dipasok ke Jepang tersebut terdiri dari jenis ikan marlin dan tuna.

Kualitas abon ikan Kube Karya Mandiri Kabupaten Lebak memiliki keunggulan, di antaranya bisa bertahan delapan bulan tanpa pengawet. Selain itu juga rasanya renyah, gurih, nikmat juga kandungan proteinnya cukup tinggi.
Karena itu, kata dia, warga Jepang sangat menyukai abon ikan produk Kube Karya Mandiri Kabupaten Lebak.
“Kami memasok abon ikan ke Jepang sekitar satu ton per bulan dengan harga Rp 110.000 per kilogram,” katanya.

Ia mengatakan, keberhasilan produksi abon ikan “Bu Bedah” tidak lepas binaan Pemerintah Provinsi Banten dan Kabupaten Lebak melalui Dinas Kelautan dan Perikanan.
Pemerintah daerah juga seringkali mempromosikan dengan menampilkan produk abon ikan pada pameran-pameran pembangunan maupun pekan raya Jakarta (PRJ).

Selain itu Kementerian Kelautan menyalurkan bantuan program Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. “Kami terbantu dengan adanya bantuan juga binaan dari pemerintah sehingga usaha kami berkembang dan bertahan,” katanya.
Bedah menyebutkan, produksi abon ikan Kube Karya Mandiri juga memenuhi supermarket Careful dan melalui CV Abad Baru dan Anugerah Jakarta.
Pasokan abon ikan dikirim rutin setiap dua pekan sekali sebanyak tiga kuintal.

Sebetulnya, ujar dia, permintaan supermarket wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi cukup besar, namun keterbatasan dana.
“Kami berharap perbankan bisa memberikan bantuan permodalan untuk meningkatkan produksi,” katanya.

Kepala Bidang Usaha Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lebak Hasan Lubis mengaku saait ini permintaan abon ikan “Bu Bedah” menembus pasar Jepang juga supermarket-supermarket di Jabotabek.
“Kami mendorong pelaku-pelaku usaha hasil tangkapan perikanan bisa menjadikan produk unggulan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.
sumber : budidaya-ikan.com
Share: