SMKN 1 Pelabuhan Ratu Wajibkan Siswanya Melaut Bersama Nelayan Lokal

Peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan, harus terus dilakukan untuk menyongsong Indonesia sebagai poros maritim dunia. Selain sumber daya yang dijaga keberlanjutannya, sumber daya manusia juga harus kuat untuk bisa memanfaatkan sumber daya secara maksimal.
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Kelautan dan Perikanan, SMK 1 Pelabuhan Ratu diwajibkan selama tujuh hari untuk ikut melaut bersama nelayan lokal. Siswa yang ikut melaut adalah siswa kelas dua jurusan TKPI (Tehnika Kapal Penangkap Ikan). Tujuan dari kegiatan ini adalah melatih fisik dan mental siswa, serta sosialisasi kepada nelayan lokal. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan diri sebelum praktek kerja lapangan dan penempatan kerja di dalam dan diluar negeri.
Rio, siswa kelas 2 SMK 1 Pelabuhan Ratu mengatakan bahwa hari ini adalah hari keempatnya melaut bersama nelayan, hari pertama adalah hari yang tak terlupakan baginya karena ditengah perjalanan mengalami mabuk laut dan tidak bisa ikut melaut, hanya tidur saja di kapal. Di hari keempat ini, Rio begitu semangat dan segar karena sudah mulai terbiasa ikut melaut.
“Kalau saya ingin ikut penempatan kerja di Korea untuk menambah pengalamannya, lalu kembali ke Indonesia dengan membawa ilmu dan semoga bisa diterapkan di sini”, ungkap Rio saat ditemui KKPNews di Pelabuhan Ratu.
Heny, salah seorang guru jurusan NKPI (Nautika Kapal Penangkap Ikan), mengatakan setelah pelatihan ini para siswa harus mendapatkan sertifikat Basic Savety Trainning (BST) dari lembaga yang mengadakan, seperti Sekolah Tinggi Perikanan.
Sertifikat BST ini digunakan untuk kelengkapan surat ketika praktek kerja industri di luar dan didalam negeri. Penyaluran siswa ke luar negeri seperti ke Jepang, Korea dan Taiwan dengan kontrak kerja awal 3 tahun.
“Semoga dengan adanya sertifikat ini, dapat menambah kepercayaan dunia pada kualitas sdm kelautan dan perikanan yang dimiliki Indonesia”, tutupnya.
sumber : kkp.go.id
Share: