Serangan EMS Dongkrak Ekspor Udang Sumut

Terjadinya penyakit misterius (early mortality syndrome/EMS) yang menyerang petambak udang di sejumlah negara produsen udang seperti Vietnam, Thailand, China dan Malaysia tampaknya menjadi salah satu faktor pendongkrak ekspor udang Sumatera Utara (Sumut).
Indikasinya, selama Januari-February 2013 ekspor udang Sumut yang dikapalkan melalui Pelabuhan Belawan naik hingga 363,13%.
Asisten Manajer Hukum dan Humas Pelindo I BICT H Suratman SSos, melalui stafnya Yusron Mhum, kepada MedanBisnis, Rabu (13/3), mengatakan, selama Januari-Februari 2013 aktivitas ekspor komoditas udang Sumut melalui terminal peti kemas BICT mencapai jumlah 1.269 ton.
Jumlah ini naik sekitar 363,13% dibandingkan periode serupa 2012 yang jumlahnya 274 ton.
“Sejak tahun lalu, komoditas udang Sumut semakin mampu bersaing di pasar internasional. Pasalnya, selama tahun 2012 ekspor udang Sumut lewat BICT tercatat sebanyak 13.023 ton atau naik sekitar 166,42% dibanding tahun 2011 yang berjumlah 4.888 ton,” terangnya.

Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut Khairul Mahalli, mengatakan, penyakit misterius yang menyerang udang di sejumlah negara produsen udang mengakibatkan melonjaknya ekspor udang Sumut melalui BICT. “Selain itu meningkatnya permintaan di pasar internasional juga turut mendongkrak ekspor udang Sumut,” katanya, melalui saluran telepon.
Sebelumnya, Dirjen Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Subiakto, mengatakan, Indonesia bersiap merebut pasar udang internasional menyusul adanya penyakit misterius atau early mortality syndrome (EMS) yang menyerang sejumlah negara produsen seperti Vietnam, Thailand, China dan Malaysia.
Akibat serangan penyakit tersebut kata Slamet, saat ini tengah terjadi lonjakan permintaan atas komoditas udang di pasar global akibat tersendatnya supply dari negara produsen. “Hanya Indonesia yang tidak terkena penyakit EMS ini. Oleh karena itu, ini menjadi peluang besar bagi kita untuk memproduksi udang sebanyak-banyaknya. Apalagi nilai jualnya saat ini sedang tinggi,” katanya, saat panen udang di tambak percontohan demam pembudidayaan Vaname di Kabupaten Indramayu,.
sumber : budidaya-ikan.com
Share: