Sektor perikanan Indonesia terganjal minimnya dukungan logistik


Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan tantangan besar yang dihadapi dalam mengembangkan aktivitas perekonomian di sektor kelautan dan perikanan adalah kurangnya dukungan logistik.

"Salah satu tantangan besar yang kita hadapi dalam pemanfaatan sumber daya kelautan khususnya perikanan adalah kurangnya dukungan logistik berupa cold storage (ruang pendingin) dan ruang pembekuan serta transportasi laut," kata Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP, Saut Hutagalung, di Jakarta.

Menurut Saut, beragam hal tersebut sedang dan akan ditangani dengan Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) sebagai pelaksanaan Sistem Loqistik Nasional (Sislognas) sebagaimana diatur dalam Perpres No 26/2012 di bidang kelautan dan perikanan.

Ia mengungkapkan, pada periode 2012--2013 sudah dibangun 54 ruang pendingin berkapasitas 30--1.500 ton terutama di pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. 

Sedangkan beberapa ruang pendingin, ujar dia, dibangun juga di Kalimantan, Kepulauan Maluku, Nusa Tenggara dan Papua yang dibiayai oleh KKP dan Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota. 

Selain itu, lanjutnya, cukup banyak lagi yang dibangun swasta dengan kapasitas besar 10.000--15.000 ton. 

"Tahun 2014 SLIN koridor Sultra--Jatim--DKI Jakarta akan dimantapkan. Cold storage yanq dibangun, 300 ton di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari, 400 ton di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondonq Lamonqan dan 1.500 ton di PPS Nizam Zachman Jakarta saat ini dalam persiapan peresmian yang direncanakan September 2014," kata Saut.

Dirjen Kelautan dan Perikanan KKP memaparkan, secara keseluruhan pada tahun 2014 direncanakan pembangunan sebanyak 21 ruang pendingin dan beberapa ruang pembekuan.


sumber : antaranews.com
Share: