Riau kerjasama budidaya ikan dengan Norwegia

Provinsi Riau menjajaki kerjasama dengan Norwegia untuk pengembangan budidaya ikan, khususnya untuk spesies yang hampir punah di Riau.
"Norwegia mengelola ikan salmon dengan kualitas tinggi hingga diekspor lebih ke seratus negara. Keberhasilan inilah yang melandasi pemerintah Riau mencoba menjalin kerjasama agar dapat membudidayakan ikan-ikan setara salmon untuk dikembangkan di daerah," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau, Surya Maulana, di Pekanbaru.
Penjajakan kerjasama itu ditandai dengan kunjungan Konselor Perdagangan dari Kedutaan Norwegia Ole Schanke Eikum ke kantor Gubernur Riau di Kota Pekanbaru. Turut hadir dalam pertemuan itu, tim ahli dan pengusaha perikanan Norwegia yang turut didampingi oleh legislator Komisi B DPRD Riau yang membidangi perikanan.
Menurut Surya Maulana, Riau memiliki ragam jenis ikan dibeberapa wilayah perairan, khususnya untuk air payau dan laut yang hampir punah, seperti kurau dan terubuk.
"Tim ahli dan pengusaha Norwegia menjelaskan cara pengembangan ikan yang menghasikan kualitas tinggi dengan mnggunakan teknologi cannggih ramah lingkungan terutama untuk perairan," ujarnya.
Usai penjelasan tadi, Surya Maulana meyatakan sangat tertarik dengan sistem canggih yang diterapkan Norwegia dan perlu mencontoh keberhasilan tersebut serta penggunaan teknologinya akan diaplimasikan untuk daerah perairan Provinsi Riau. Ia mengatakan akan membahas hasil rapat hari ini kepada Gubernur Riau untuk ditindak lanjut, apabila program kerja ini disetujui maka akan diadakan riset penelitian daerah perairan.
"Program kerja ini secara bertahap akan mengembangkan produk ikan dan apabila budidaya berhasil, akan diterapkan di daerah perairan Riau lainnya," katanya.
Staff ahli DPR RI Bidang Perikanan dan Kelautan, Ghufron menjelaskan akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menjalin kerjasama dengan Norwegia khususnya di Provinsi Riau untuk mmembantu mengembangkan kualitas ikan.
"Kami juga akan mengirim para pelajar Riau jurusan perikanan dan kelautan menimba ilmu di Norwegia yang diharapkan mampu mempraktekkan ilmu yang diperoleh dari negara tersebut kedaerah asalnya, ujarnya.
Dia mengharapkan kepala dinas perikanan dan kelautan dan badan legislatif Pemerintah Provinsi Riau dapat segera membahas program kerja ini kepada Gubernur untuk dibuat surat kesepakatan dua belah pihak atau "memorandum of undestanding/MOU" untuk merancang bentuk kerjasama apa saja dan bagaimana sistemnya.
"Selain itu, semoga Norwegia mau berinvestasi dalam pengembangan budidaya ikan di Provinsi Riau," harapnya.
sumber : kontan.co.id
Share: