Peternak ayam keberatan naiknya harga pakan


Sejumlah peternak ayam potong di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengaku keberatan dengan semakin tingginya harga pakan membuat mereka harus mengeluarkan dana berlebih.

Priyo Darmadi (57) salah seorang peternak ayam di desa itu, Jumat, mengatakan harga pakan saat ini sudah mencapai Rp317 ribu per sak (isi 50 kilogram pakan). Padahal, biasanya harganya hanya sekitar Rp300 ribu per sak.

"Naiknya sudah beberapa bulan terakhir. Kami harus mengeluarkan biaya lebih untuk pembelian pakan," katanya.

Ia mengaku mempunyai sekitar 3.000 ekor ayam potong. Ia membelinya sejak umur 0 hari, dan saat ini sudah umur 13 hari. Biasanya, untuk umur ternak potong ayam sekitar 36 hari sudah bisa dipanen.

Pihaknya mengungkapkan, biasanya per 1000 ekor ayam memerlukan pakan 63 sak, dengan punya 3.000 ekor berarti ia memerlukan sekitar 189 sak, dan memerlukan uang sampai Rp59.913.000. Biaya ini tentunya lebih tinggi karena harga pakan saat sudah naik.

Selain harga pakan yang naik, harga bibit ayam atau "Day Old Chicken" juga naik. Biasanya harganya Rp4.000 per ekor, tapi saat pembelian lalu harganya naik drastis sampai Rp6.140 per ekor.

"Kalau beli benih biasanya ke Probolinggp. Tapi, harganya sudah naik drastis kemarin itu," ucapnya.

Pihaknya mengatakan saat ini mencoba untuk ikut sebuah program kemitraan di Malang. Ia beruntung bisa terbantu untuk urusan pakan sampai bibit ayam tersebut.

Namun, harga yang diberikan cukup murah, hanya sekitar Rp15 ribu per kilogram. Biasanya, satu ekor ayam berat badannya sekitar 2 kilogram.

"Kalau ikut program kemitraan ada jaminan semua ternak diambil. Walaupun murah, kami ikuti, dan yang penting kami masih mendapatkan laba," katanya singkat.

Di Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri itu terdapat sekitar 16 pengusaha ayam potong dengan rata-rata kapasitas peternakan sampai 3.000 ekor ayam.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kediri Sri Suparmi mengatakan populasi unggas berupa ayam potong di daerah ini cukup besar. Selama 2012 lalu produksi ayam pedaging dari seluruh peternakan di Kabupaten Kediri mencapai 7.064.946 kilogram.

"Produksi daging cukup besar per tahunnnya. Ini juga karena adanya kenaikan permintaan," katanya.

Ia mengatakan, selama ini produksi ayam itu untuk memenuhi pasar di dalam negeri, baik dikirim ke Surabaya, Jakarta, serta sejumlah kota di Indonesia lainnya.

Pihaknya juga mengatakan selama ini memang ada beberapa program kemitraan dengan peternak ayam. Saat ini terdapat ada lima perusahaan inti yang telah bermitra dengan sekitar 630 peternakan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.

Dalam program kemitraan itu, disediakan bibit ayam, pakan, sampai memberikan konsultasi jika ada kesulitan dalam perawatan. Peternak pun mendapatkan kepastian untuk penjualan ternak yang mereka pelihara.


sumber : antaranews.com
Share: