Perindo Siap Bantu Pemasaran Ikan Patin Riau

Direktur Utama Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) Agus Suherman menyatakan akan membantu pemasaran produksi ikan patin oleh 185 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Desa Koto Mesjid dan Pulau Gadang, Kabupaten Kampar, Riau.
“Sebab potensi yang ada di Desa Koto Mesjid atau dikenal Kampung Ikan Patin itu sangat luar biasa, maka peluang pasar dalam dan luar negeri akan bisa dilirik,” kata Agus Suherman di Pekanbaru.
Ia mengatakan itu di sela-sela rangkaian kunjungan istri Menteri BUMN Ny. Nafsiah Sabri Dahlan Iskan dan isteri Dirut Telkom Ny. Poni Iravati Arief Yahya ke Desa Koto Mesjid dan Pulau Gadang, Kabupaten Kampar. Desa ini merupakan salah satu kampung yang masyarakatnya kebanyakan membudidayakan ikan patin.
Menurut Agus Suherman, masyarakat di kawasan sentra budidaya ikan patin memproduksi 6 ton ikan patin segar per hari, dan dengan produksi sebesar itu justru mengalami kesulitan dalam pemasarannya.
Untuk pemasaran ikan patin tersebut, kata Agus, ada potensi bisnisnya dan Perindo akan mencoba menjajaki peluang pasarnya yang lebih besar lagi sebab para pembudidaya tersebut justru bisa memproduksi 12 ton ikan patin sehari.
“Dalam membantu pemasaran ikan tersebut, yang jelas Perindo akan bertindak sebagai operator pemasaran dan bergandengan dengan PT Telkom sebagai pembina mereka,” katanya.
Kerja sama pemasaran ini memiliki peluang besar dikembangkan karena sentra budidaya ikan patin di Desa Koto Mesjid dan Pulau Gadang, Kabupaten Kampar, memiliki potensi besar di antaranya masyarakatnya telah memiliki keterampilan dalam membudidayakan ikan patin.
Selain itu, katanya, di desa tersebut juga memiliki buruh yang terampil sehingga menjadi modal besar sekaligus ke depan perlu dikembangkan sebagai kawasan pendidikan perikanan.
“Seluruh potensi yang dimiliki masyarakat pembudidaya ikan patin itu sangat relevan dengan bisnis perikanan sehingga diperlukan peningkatan promosi, khususnya di bidang pemasarannya,” katanya.
Ditambahkan Harmon Yero, Senior Manager Kemitraan Telkom Community Develovment Centre, bahwa pihaknya akan terus memberikan pembinaan agar usaha budidaya perikanan di daerah itu akan berkembang terus.
Agar usaha tersebut tetap berkelanjutan, sangat tergantung kepada kemauan UKM tersebut sehingga ke depan akan disiapkan kemampuan penguasaan teknologi internet.
“Penguasaan melalui jaringan komunikasi global tersebut penting sehingga mereka akan bisa memasarkan produk perikanannya melalui internet. Kebijakan ini merupakan komitmen Telkom untuk memajukan UMKM dan kegiatan desa binaan Telkom merupakan bagian dari mega proyek Indonesia Digital Society (InDiSo),” katanya.
sumber : budidaya-ikan.com
Share: