Peluang budidaya seledri menyehatkan (1)

Seledri termasuk salah satu jenis sayuran dan rempah yang populer di masyarakat. Sayuran berdaun hijau ini biasa digunakan untuk campuran bahan sup dan berbagai makanan lainnya.
Tanaman dengan nama latin Apium graveolens L dulce ini berasal dari daerah subtropik Eropa dan Asia. Seledri merupakan tanaman yang banyak tumbuh di dataran tinggi di atas ketinggian 900 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Seledri memiliki tangkai daun yang menebal dengan daun menyisip ganjil. Pertumbuhan seledri membutuhkan suhu udara yang cukup lembap. Tanam-an tumbuh tegak dengan ketinggian 50 cm dan bisa dipanen dalam waktu dua bulan sampai tiga bulan.
Selain buat bahan sayur, seledri juga baik untuk kesehatan. Daunnya yang bersifat tonik dapat meningkatkan enzim pada pencernaan, menurunkan tekanan darah, menghentikan pendarahan, meredakan nyeri haid, dan lain-lain.
Lantaran banyak manfaatnya, peluang bisnis budidaya tanaman ini pun cukup besar. Ardy Seno, salah satu pembudidaya seledri di Lembang, Jawa Barat, bilang, peluang budidaya seledri menjanjikan. Ia sendiri sudah tiga tahun menggeluti usaha ini dengan melibatkan tujuh petani binaannya.
Rata-rata petani membudidayakan seledri secara tumpang sari dengan tanam-an lain, seperti tomat, cabai, dan lain-lain. Ardi bilang, petani membudidayakan dua jenis seledri, yaitu seledri besar dan seledri kecil.
Seledri besar biasanya dipasok ke supermarket, hotel dan resto, sementara seledri kecil ke pasar tradisional. Harga seledri besar berkisar Rp 12.000−
Rp 20.000 per kilogram (kg). Sedangkan seledri kecil Rp 3.000−Rp 9.000 per kg.

Rata-rata petani memiliki lahan hingga satu hektare (ha). Jika hanya ditanami seledri, lahan seluas itu bisa menghasilkan 30 ton sekali panen saat musim kemarau. Di musim hujan volume panennya sekitar 18 ton. Adapun omzet sekali panen mencapai Rp 180 juta.
Pembudidaya lainnya adalah Ima Mustikaningrum,  di Magetan, Jawa Timur.  Ia khusus membudidayakan seledri untuk dijadikan benih. "Saya menanam seledri di pekarangan rumah," ujarnya.
Pria 35 tahun ini mulai mengembangkan benih seledri setahun lalu untuk melengkapi tanaman lain yang ditanamnya, seperti bayam, tomat, dan bawang. Khusus benih seledri dia jual Rp 2.000 per bungkus.
Ima mengaku sudah memasarkan benih seledri ke berbagai daerah hingga ke mancanegara. "Bulan lalu sempat kirim juga ke Malaysia," ujarnya. 
Lantaran baru tahap awal, omzet penjualan benih seledri belum begitu besar. "Belum sampai Rp 5 juta per bulan," katanya.          

(Bersambung)

sumber : kontan.co.id
Share: