Mina Tirta Jaya Sukses Budidaya Ikan Nila Keramba Apung

Sistem keramba apung yang dilakukan kelompok tani Mina Tirta Jaya, Kelurahan Grati Tunon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan berhasil menjadi juara, dalam lomba budidaya ikan air tawar jenis nila tingkat Propinsi Jatim.
Suksesnya kelompok yang sudah bertahun-tahun bergulat dengan ikan nila tersebut, tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Menurut Heru Budi, Kabid Perikanan dan Budidaya di Dinas Kelautan dan Pengairan Kabupaten Pasuruan, untuk sampai menghasilkan panen ikan nila hitam sampai mencapai 1 ton per sekali panen, kelompok Tirta Mina Jaya membutuhkan waktu yang cukup lama, serta berbagai macam kendala yang dihadapi.

“Kalau sekarang sudah memahami segala sesuatunya, termasuk kegagalan-kegagalan dalam membudidayakan ikan nila hitam,” ujar Heru.
Kegagalan yang dimaksud di antaranya tanda-tanda ikan mati dalam jumlah banyak, pengaturan makanan dan sistem keramba yang salah, hingga kurangnya pengetahuan akan sistem keramba apung itu sendiri.
“Itu dulu, tapi kalau sekarang saya yakin tidak ada masalah yang dihadapi,” pungkasnya.
Kelompok Mina Tirta Jaya sendiri memiliki kurang lebih 0,25 hektar tambak, di mana luasan tersebut terbagi antara 10-12 keramba dengan ukuran yang beragam, mulai dari 5X5 meter, hingga 10X5 meter.
Ikan yang dibudidayakan di keramba apung seluruhnya adalah jenis nila hitam, yang memiliki beberapa keunggulan, di antaranya memiliki bobot yang lebih besar ketimbang jenis nila yang lain, rasanya yang jauh lebih sedap, serta memiliki ketahanan fisik yang lebih kuat dari jenis ikan yang lain.
Heru menjelaskan, ikan nila yang dibudidayakan di sana bukan hanya dijual di pasar-pasar tradisional, melainkan sampai ke restoran-restoran di wilayah Pasuruan, Sidoarjo dan Surabaya.
“Memang target pemasarannya adalah daerah seputaran jawa timur saja,” imbuhnya.
Selain sistem keramba apung, berhasilnya kelompok yang diketuai oleh Umar, lantaran memanfaatkan Ranu Grati secara langsung, sehingga tidak takut untuk kehilangan kualitas air, pemberian makanan yang kurang, serta cuaca yang tidak bersahabat.
“Sistem kerambanya berhubungan langsung dengan perairan, di situlah kelebihan kita, sehingga menjadi poin tersendiri dalam lomba tahun ini,” jelas Heru.
sumber : budidaya-ikan.com
Share: