Menyelami potensi untung ikan pari air tawar (1)

Banyaknya peminat ikan hias di tanah air membuat pasar budidaya ikan hias selalu terbuka lebar. Yang paling baru dan tengah naik daun adalah ikan pari air tawar. Harga jual yang tinggi membuat penjual sekaligus pembudidaya ikan pari air tawar bisa mengantongi omzet hingga puluhan juta per bulan.
Ikan pari air tawar atau dalam bahasa inggris akrab disebut freshwater stingray dalam beberapa tahun belakangan ini mulai populer di kalangan pencinta ikan hias.
Memiliki bentuk tubuh yang unik ditambah cara berenangnya yang seperti terbang mengepakan sayap membuat ikan pari air tawar tak kalah dengan ikan hias lainnya.
Ikan ini merupakan spesies ikan yang paling banyak ditemui di sepanjang sungai Amazon dan beberapa negara di Amerika Selatan seperti Peru, Kolumbia, hingga Brasil.
Ada beberapa jenis ikan pari air tawar, namun yang paling populer adalah jenis Leopoldi yang juga menjadi jenis ikan pari tawar yang paling mahal karena motifnya yang unik dengan tutul putih di warna tubuhnya yang hitam.
Di Indonesia jenis ikan pari Motoro adalah yang paling banyak diburu dan dibudidaya karena harganya yang masih terjangkau dibanding jenis ikan pari yang lain. Sebagai salah satu jenis ikan hias, peluang usaha untuk membudidaya ikan pari air tawar ternyata terbukti cukup mentereng. Daniel Wijaya, pehobi ikan hias yang mulai merintis usaha budidaya ikan pari air tawar sejak 2012 silam.
Dalam pemasaran ikan ini, Daniel aktif menjual ikan pari air tawar melalui internet. Menurutnya, banyak pelanggan datang dari kalangan sesama pencinta ikan hias yang kebanyakan berasal dari Jakarta, Tangerang, dan Bandung. “Untuk di luar Pulau Jawa belum ada karena saya sendiri belum berani ekspansi ke sana,” ujarnya.
Sekali bereproduksi, ikan pari air tawar yang berukuran 35 sentimeter (cm) - 40 cm akan mengeluarkan dua ekor sampai tiga ekor anak ikan. Proses ini akan terjadi satu hingga tiga bulan sekali
Dalam membudidayakan ikan pari, Daniel memelihara tiga ekor ikan dalam kolam ukuran 3 meter x 1,5 meter dan delapan akuarium. Harga jual ikan pari air cukup mahal, yakni berkisar Rp 500.000 - Rp 20 juta per ekor.
Pembudidaya lain yang peluang dari ikan pari air tawar ini adalah Hendy Sebastian asal Jakarta.
Hendy awalnya memang suka merawat ikan hias dan mulai mendirikan usaha budidaya ikan hias sejak 2010 di bawah naungan Aqua Premiere di bilangan Penjaringan, Jakarta Utara.
Dengan lahan di atas 110 meter persegi (m²), Hendy memelihara ikan pari di dalam akuarium dengan ukuran masing-masing 1,5 meter dan 2 meter.
Sekarang ini, penjualan pari air tawar cukup ramai. Bahkan, jenis ikan ini sedang naik daun tahun ini. Di pasar, harga jual ikan hias ini mencapai Rp 350.000 - Rp 10 juta, tergantung ukuran dan motif, Hendy mengaku mampu meraup omzet Rp 20 juta per bulan.         
(Bersambung)
sumber : kontan.co.id
Share: