Menjajal segar bisnis salad

Menu makanan alternatif seperti salad boleh dibilang tak pernah luput dari pilihan. Lihat saja, pemain bisnis kuliner yang menjajal peluang ini mulai bermunculan. Banyaknya permintaan salad pun membuat pelaku usaha kemudian memutuskan untuk menawarkan kemitraan usaha, seperti yang dilakukan oleh Arizona asal Jakarta.
Arizona mengaku telah mulai menjajal peluang bisnis salad pada tahun 2014. “Awalnya hanya bisnis kecil,” ujarnya. Hingga pada tahun 2015, dia mencoba untuk melakukan pemasaran melalui online. Tak disangka, permintaan yang datang begitu banyak. Bahkan dia mengembangkan bisnisnya dengan menawarkan katering untuk kegiatan kantor, ulang tahun, dan sebagainya.
Arizona memutuskan untuk mewaralabakan usahanya pada awal 2016 lalu. Hingga kini, dia sudah memiliki lima mitra yang tersebar di berbagai daerah seperti Mojokerto, Magelang, Tangerang, Depok, dan Cibubur.
Bagi Anda yang ingin bergabung, Arizona menawarkan paket kemitraan dengan nilai investasi masing-masing senilai Rp 4 juta, Rp 8 juta, dan Rp 11 juta. Untuk paket Rp 4 juta, mitra bisa mendapatkan 1 unit meja portable, peralatan, bahan baku, pelatihan, dan marketing. Untuk paket Rp 8 juta mitra juga mendapat tambahan kulkas, seragam, serta peralatan dan bahan baku yang lebih lengkap.
Adapun untuk paket senilai Rp 11 juta, mitra akan memperoleh meja permanen (kayu jati Belanda) dan kursi, kulkas, seragam, peralatan pembuatan salad dan bahan baku yang lebih lengkap, serta pelatihan dan marketing.
Zona Salad menyediakan beberapa macam menu, seperti salad sayur, salad buah premium dan reguler. Harga rata-rata salad tersebut dibanderol mulai dari Rp 7.500 per porsi. Zona Salad pun menyediakan pesanan untuk keperluan kantor dengan harga mulai dari Rp 400.000. Dia mengatakan, di antara menu tersebut, salad buah premium adalah menu yang paling digemari oleh pelanggan. Harga salad buah premium dibanderol seharga Rp 30.000 per porsi.
Keunggulan Zona Salad terletak pada rasanya yang manis segar, tidak terlalu asam. “Jadi aman untuk mereka yang mempunyai penyakit maag,” ujarnya. Selain itu, Zona Salad tidak cepat basi karena menggunakan lemon.
Arizona bilang, rata-rata penjualan salad di outletnya sendiri berkisar 500 sampai 700 porsi per hari. Namun, beberapa mitra Zona Salad, memiliki range penjualan antara 300 sampai 400 porsi dalam sehari. Arizona pun menyebut, rata-rata omzet penjualannya berkisar Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per bulan. “Kalau sedang ramai seperti Lebaran bisa mencapai Rp 20 juta,” kata dia.
Setelah dikurangi biaya sewa lokasi, gaji karyawan dan sebagainya, laba bersih yang bisa diraup mitra berkisar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. “Dengan estimasi biaya sewa lokasi Rp 2 juta-Rp 3 juta,” ujarnya. Arizona merekomendasikan mitra untuk mencari lokasi di mall dengan luas sekitar 2m x 1,5 m. Dia tidak mengutip biaya royalty dalam kemitraannya. Namun, dia mewajibkan mitra untuk mengambil bahan baku dressing atau topping ke pusat.
sumber : kontan.co.id
Share: