Mendapat pasokan ayam dari peternak (2)

Sentra pemotongan ayam yang berlokasi di Jalan Makam, RT 11/RW 01, Kecamatan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan sudah berdiri sejak tahun 1980-an. Pusat pemotongan ayam ini didominasi orang-orang perantauan dari Lamongan, Jawa Timur.  
Total ada 25 pengusaha atau pengepul ayam potong dan 370 kepala keluarga yang menjadi pemotong ayam. Mat Lai, Kepala Paguyuban Pengusaha Pemotongan Ayam Anak Lamongan (Arela), mengatakan, bisnis pemotongan ayam yang mereka tekuni relatif lancar. "Sejauh ini tidak kendala, termasuk dalam hal pasokan ayam," katanya.
Menurutnya, setiap pengusaha sudah memiliki pemasok (supplier) masing-masing untuk memenuhi kebutuhan ayam potongnya. Mat Lai sendiri memperoleh pasokan ayam dari para peternak ayam di daerah Parung, Bogor, Jawa Barat. Ada juga yang mendapat pasokan dari peternak di daerah Tangerang dan sekitarnya.
Dalam sehari, Mat Lai mendapat pasokan ayam sekitar 700 ekor dari para peternak yang sudah bermitra dengannya. Bahkan, jika ramai dan permintaan sedang meningkat, pasokan ayam bisa mencapai 1.000 ekor ayam dalam sehari.
Para peternak yang menjadi pemasok ayam biasanya datang sendiri membawa ayamnya kepada para pengepul ayam di daerah ini. "Biasanya mereka (peternak) datang pada sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB–18.00 WIB," ungkapnya.
Selanjutnya, Mat Lai akan mendistribusikan ayam-ayam tersebut ke delapan orang pedagang atau pemotong ayam di pasar-pasar. Antara lain Pasar Cipulir, Pasar Tanah Abang, Kebayoran Lama, dan Palmerah.
Ayam-ayam yang dikirim ke para pedagang itu masih dalam keadaan hidup dan dijual secara kiloan. Para pedagang pasar ini umumnya memiliki para pemotong ayam yang bekerja untuknya.
Namun, jika si pedagang tak memungkinkan memotong ayam hidup di pasar, pekerja untuk menyembelih unggas ini mulai dilakukan pada malam hari, mulai pukul 21.00 WIB sampai 08.00 WIB, sebelum dibawa ke pasar. "Kadang tergantung pembelinya. Ada yang mau beli ayam yang sudah dipotong, tapi ada juga yang mau beli ayam masih hidup dan baru dipotong di pasar," jelasnya.
Selama ini, Mat Lai hanya memilih ayam broiler untuk dijual. Pasalnya, harga ayam ini jauh lebih murah dibandingkan jenis ayam lainnya. "Selain itu juga, banyak pembelinya," katanya.
Supandri adalah seorang pedagang ayam di Pasar Kebayoran Lama merupakan salah satu langganan Mat Lai. Sebagai pedagang, ia mempekerjakan dua orang pemotong ayam. Supandri mulai berjualan ayam potong di Pasar Kebayoran Lama pukul 13.00 WIB. Saat itulah, para pemotong ayamnya mulai bekerja.
Menurutnya, penjualan ayam potong memiliki siklus ramai dan sepi. Penjualan biasanya mencapai puncak keramaian saat menjelang Lebaran. Sedangkan di bulan Juli merupakan musim sepi berjualan ayam. "Saat anak masuk sekolah atau tahun ajaran baru, pembelinya biasanya agak jarang," katanya.      
(Bersambung)
sumber : kontan.co.id
Share: