Lebih maksimal dibudidayakan di lahan kering (2)

Kendati bukan tanaman asli Indonesia, kapuk randu cocok dikembangkan di Indonesia yang memiliki iklim tropis. Lebih cocok lagi dikembangkan di daerah-daerah yang memiliki lahan kering, seperti Jawa Tengah Jawa Timur, dan Nusa Tenggara.

Di daerah-daerah itu, budidaya kapuk randu sudah dilakukan secara intensif. Pebudidaya kapuk dari Surabaya, Munari mengatakan, pohon kapuk randu sejatinya berasal dari Afrika. Saat ini, tidak banyak negara membudidayakan kapuk randu secara intensif. 

Makanya, Indonesia menjadi salah satu pengekspor komoditas ini. “Bahkan di negara asalnya, penanaman kapuk randu tidak sebanyak di Indonesia,” ungkapnya. Menurut Munari, meskipun sudah banyak yang meninggalkan serat kapuk sebagai bahan pengisi kasur dan bantal, tapi permintaannya tetap tinggi.

Arief Mulyadi, pebudidaya kapuk randu asal Pati, Jawa Tengah menuturkan, selain di lahan perkebunan, tidak jarang petani menanam kapuk randu di pinggiran sawah.

Kapuk randu bisa dikembangkan dari biji. Namun, untuk mendapatkan bibnit yang baik, pilih biji yang sudah tua lalu disemai. “Sebenarnya bibit kapuk juga bisa dicangkok atau stek tapi menurut saya perkembangannya nanti kurang baik,” ujarnya.

Untuk media semainya bisa dilakukan di bedengan atau polybag. Arief sendiri melakukan pembibitan di bedengan. Pertama-tama, buat bedengan dengan ukuran sekitar 2 meter, lalu tanah diolah dan diberi pupuk kandang. 

Selanjutnya, tanam bibit dengan jarak 30 centimeter (cm) – 50 cm. “Bedengan harus terus-menerus dibersihkan supaya tidak mengganggu pertumbuhan kapuk randu,” ucapnya.

Sama halnya Arief, Munari juga melakukan pembibitan di bedengan. Kata Munari, untuk setiap satu hektar bedengan, dibutuhkan sekitar 16 kilogram (kg) biji kapuk. Setelah satu tahun, akar tunggang kapuk randu dipotong hingga 30 cm saja.
 
Demikian pula lingkar batang pada leher akar dikurangi menjadi hanya 10 cm. Untuk mendapat hasil terbaik, kapuk randu harus ditanam pada awal musim penghujan. “Saat itu tanah subur-suburnya dan pohon kapuk randu bisa tumbuh dengan cepat,” katanya.

Munari mengatakan, buah kapuk randu panen setiap setahun sekali. Usia tanaman ini sendiri bisa mencapai 20 tahun. Adapun satu pohon randu bisa menghasilkan sekitar 200 kg buah.

Untuk pemeliharaannya tergolong mudah dan tak memerlukan perawatan mahal. Pohon kapuk randu juga jarang mendapat gangguan hama atau penyakit, kecuali benalu. Untuk menghindari benalu, pohon sebaiknya dipangkas pada awal musim hujan. “Pemangkasan bisa mengurangi benalu,” katanya.
(Selesai)


sumber : kontan.co.id
Share: