Lebih jernih melihat investasi kolam kerapu

Rejeki Inti Sejahtera menawarkan paket investasi budidaya ikan kerapu cangkang di Situbondo, Jawa Timur. Paket investasinya Rp 55 juta, Rp 77 juta dan Rp 145 juta. Mitra diberi janji profit Rp 7,5 juta per panen tujuh bulan. Perhatikan risikonya sebelum bergabung.
Permintaan ikan kerapu memang tinggi, baik dari pasar lokal maupun pasar ekspor. Boleh jadi, itulah yang menjadi alasan CV Rejeki Inti Sejahtera (RIS) yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur menawarkan kemitraan usaha budidaya ikan kerapu.
Rejeki Inti berdiri pada awal tahun 2011. Agoes Dwidjo, Direktur Pemasaran Rejeki Inti  menyatakan, perusahaannya sudah mengantongi izin hak guna pakai daerah laut dan pesisir di Situbondo, Jawa Timur seluas 1.800 m² dari Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Situbondo.
Rejeki Inti juga bekerjasama dengan Badan Penelitian Perikanan Air Tawar dan Air Payau Situbondo untuk pengadaan bibit dan pembudidayaan ikan kerapu.
Tahun 2014, perusahaan ini mulai membuka tawaran investasi budidaya kerapu. Saat ini total investor Rejeki Inti berjumlah sekitar 100 orang dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan beberapa kota lain di Jawa Timur.
Nilai investasi mulai dari Rp 55 juta, Rp 77 juta, Rp 145 juta, hingga Rp 600 juta. Nilai investasi itu sudah komplet mencakup semua kebutuhan, mulai dari pengadaan bibit, biaya perawatan, hingga ongkos pakan.
Nah, masing-masing paket mendapatkan jatah bibit ikan kerapu yang berbeda. Investor yang menyetor paket Rp 55 juta mendapatkan 400 bibit, paket Rp 77 juta mendapat 560 bibit, paket Rp 145 juta mendapat 1.040 bibit dan paket Rp 600 juta mendapat 4.000 bibit.
Rejeki Inti mengklaim bisa menekan tingkat kegagalan panen dan memberikan jaminan pengembalian sampai persentase tertentu jika  terjadi gagal panen.  Sebagai contoh, paket Rp 55 juta, mitra mendapat 400 ekor bibit. "Dari semua bibit itu, 20% dari total bibit dijamin bisa sukses," kata dia.
Cermati tawarannya

Kerapu yang dibudidayakan Rejeki Inti berjenis kerapu cangkang. Kontrak kerjasama berlangsung delapan kali panen. Satu periode pemeliharaan sampai panen membutuhkan waktu tujuh bulan. Sehingga kontrak kerjasama berlangsung sekitar 4,5 tahun.
Tiap panen investor akan mendapat profit sekitar 14% atau Rp 7,5 juta jika mengambil paket Rp 55 juta. Jika terjadi kegagalan panen dalam masa kontrak, mitra masih tetap mendapatkan profit sama. Pada panen ke delapan, investor akan mendapat cashback 50% dari modal awal Rp 55 juta plus profit reguler Rp 7,5 juta.
Christine Wuryanano, pemilik Swastika Prima Entrepreneur College menilai skema ini menggunakan skema bagi hasil. Sebab mitra tidak terjun langsung ke lapangan dan mereka hanya menerima keuntungan saat panen saja.
Nah, bagi Anda yang berminat bergabung, harus lebih dulu mencermati tawaran ini dan bertanya langsung kepada mitra yang sudah bergabung terkait kendala dan balik modal investasi. Ini untuk menghindari kerugian calon investor di masa mendatang.
sumber : kontan.co.id
Share: