Lampung Jadi Pusat Pengembangan Udang Vaname Nusantara

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan Slamet Subiakto mengungkapkan Lampung menjadi pusat uji coba rekayasa budidaya udang jenis Vaname Nusantara I.

Menurut Slamet, pemerintah menginginkan agar kegiatan perikanan dan pertambakan di Lampung bangkit dan memanfaatkan laut sebagai sumber penghidupan, setelah sebelumnya dilanda kelesuan ekspor.

Saat ini kesempatan sangat terbuka luas untuk para petambak maupun nelayan guna memulai budidaya udang Vaname ini, karena kebutuhan pasar ekspor yang belum terpenuhi sekitar 500.000 ton.

"Sedangkan biaya produksinya lebih rendah dibandingkan budidaya Udang Windu. Petambak tidak memerlukan kincir lagi dan budidaya udang ini bisa dilakukan dimana saja karena toleransi kadar garam cukup tinggi," kata Slamet Subiakto.

Selain itu, berdasarkan hasil uji coba budidaya udang Vaname di Balai Besar Budidaya Perikanan Lampung (BBBPL), budiaya udang jenis ini hanya membutuhkan waktu 3 bulan untuk selanjutnya dipanen dengan keramba jaring apung 3x3 meter dan mampu menghasilkan 40-60 kilogram udang.

Namun demikian budidaya udang ini masih terdapat kelemahan seperti tingkat risiko kematian mencapai 30-40 persen. "Ya ini kan hasil teknologi, ke depan, kami akan mengupayakan agar kerentanan kematiannya menjadi lebih rendah dari sekarang," kata dia. 

Petambak menurutnya perlu mencoba budidaya udang ini, negara produksi terbesar seperti Vietnam, Thailand dan Malaysia saat ini mengalami anjok. "Hasil produksi mereka tidak diterima dunia karena barang yang dihasilkan mengandung anti biotik yang tinggi," katanya. 

Sekarang ini, Indonesia masuk nomor dua terbesar pengekspor Vaname setelah India. "Jadi kita harus memanfaatkan peluang besar ini sebagai pengganti Ikan Kerapu kelas tinggi yang mulai jarang dikonsumsi negara tujuan," tutur dia.
sumber : kompas.com
Share: