Kementan alokasikan Rp10,2 miliar untuk ternak


Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran sebesar Rp10,2 miliar untuk pengembangan ternak sapi dan kambing serta tebu lahan kering di Pulau Madura, Jawa Timur.

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono dalam rapat kerja Komisi IV DPR di Gedung DPR Jakarta, Rabu, menyatakan alokasi anggaran sebesar itu terdiri dari sebanyak Rp4,38 miliar untuk Kabupaten Bangkalan dan Rp5,28 miliar untuk Kabupaten Sampang.

Suswono mengatakan pengembangan ternak dan kambing di Madura diarahkan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi di Pulau Madura dalam rangka mendukung implementasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) pada koridor Jawa-Madura.

"Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya investasi dalam negeri dan asing sektor peternakan di Pulau Madura," katanya.

Selain itu, lanjutnya, diharapkan mampu meningkatkan optimasi potensi sumberdaya lokal, terutama ternak sapi lokal dan kambing lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya peternak di Pulau Madura.

Menyinggung kegiatan yang akan dilakukan di kedua Kabupaten tersebut, Mentan menyebutkan meliputi penyebaran calon indukan sapi potong, pejantan unggul sapi Madura dan peranakan etawa (PE). Selain itu, pengembangan Pusat Kesehatan Hewan Terpadu, penanganan gangguan reproduksi serta pelatihan petugas.

Demikian juga optimalisasi inseminasi buatan, pengembangan pakan ternak dan pembangunan serta fasilitasi laboratorium tipe C (khusus untuk Bangkalan), pengadaan kendaraan roda dua serta kegiatan dukungan operasional program. 

Pada kesempatan tersbut Mentan Suswono juga menyatakan mendukung rencana pemberian kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kepada petani, seperti yang diusulkan DPR kepada pemerintah.

"Pemberian jatah BBM bersubsidi bagi petani tentu akan meningkatan produktivitas pertanian khususnya peningkatan produksi bahan bakar nabati (BBN)," katanya.

Sebelumnya Anggota Komisi IV DPR, Ibnu Multazam mengusulkan agar ada alokasi BBM bersubsidi kepada petani. Hal itu menindaklanjuti temuan di beberapa daerah di mana petani tidak bisa bisa mengerjakan sawahanya karena tidak mendapatkan solar.

Sementara itu Suswono menyatakan pemberian kuota BBM subsidi untuk petani selain dapat meningkatkan produktivitas pertanian, juga akan meningkatkan infrastruktur pertanian.

"Dari rapat terakhir dengan Kementerian ESDM, sudah ada pembicaraan. Tapi berapa kuota persisnya saya lupa, yang jelas akan dialokasikan," katanya.


sumber : antaranews.com
Share: