Kembangkan Strain Lele Cimahi, Pemkot Kerjasama Dengan Belanda

Lembaga nonprofit Netherlands Seniot Expert dari Universitas Wagening meningkatkan kerjasama dengan Pemkot Cimahi dalam upaya kawin silang indukan Belanda dengan lele lokal untuk pengembangan strain lele khas Cimahi. Hal itu ditujukan sebagai upaya transfer ilmu sekaligus pengembangan Cimahi sebagai pusat studi lele di Indonesia.
Demikian yang diungkapkan Senior Expert Jos Scheerboom saat beraudiensi dengan Walikota Cimahi Atty Suharti Tochija, di ruang rapat gedung A Pemkot Cimahi Jln. Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi.
“Kerjasama perkawinan lele betina dari Belanda dan jantan lokal melahirkan strain lele yang kepalanya kecil dan badannya besar. Ini potensi bagus bagi pengembangan di Kota Cimahi,” ucapnya.
Jenis indukan yang dibikin yaitu claris, menghasilkan benih berkepala kecil dan badan besar. Pakan yang diberikan dicampur suplemen, sehingga pertumbuhannya lebih cepat dari benih lokal. Dengan kerjasama ini, kita bisa transfer ilmu tanpa biaya. Daripada dari Cimahi ke Belanda harus mengeluarkan biaya, lebih baik kami yang datang kesini. Transfer ilmu secara cuma-cuma, sekaligus mengembalikan kejayaan lele seperti jaman Lele Dumbo saat dulu,” tuturnya.
Kabid. Pertanian Dinas Koperasi UKM Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi drh. Suyoto mengatakan, kerjasama pengembangan lele strain baru antara Belanda dan Cimahi diperpanjang.
“Mengingat, pengetahuan ini sangat berguna bagi pengembangan perikanan di Kota Cimahi,” ujarnya.
Saat ini, hasil kawin silang indukan asal Belanda dan lele lokal sudah mencapai 48.000 ekor. “Lele strain sangkuriang asli hanya di Cimahi. Dengan hasil kawin silang ini, didapat strain baru yang belum kami beri nama. Dengan ilmu ini, diharapkan berguna bagi para kelompok tani dan masyarakat untuk mengembangkan lele di Kota Cimahi dan menjadikan Cimahi sebagai pusat studi lele di Indonesia,” katanya.
sumber : budidaya-ikan.com
Share: