Jaga lahan tetap lembab agar tumbuh subur (2)

Potensi bisnis dari budidaya kacang merah cukup menggiurkan. Permintaannya cenderung menanjak seiring meningkatnya kesadaran gaya hidup sehat di masyarakat modern. Para pembudidaya kacang merah mengaku kerap memasok kacang merah ke restoran dan hotel-hotel serta industri olahan makanan.
Cara budidayanya pun cukup mudah. Hasrul Zakaria, pembudidaya kacang merah dari Situbondo, Jawa Timur, mengatakan, pada dasarnya kacang merah bisa tumbuh di medium manapun. Bahkan jika mau ditanam di depan pekarangan rumah juga bisa. Akan tetapi jauh lebih maksimal lagi jika ditanam di daerah dataran tinggi.
Sebelum ditanam, bibit kacang merah harus dipilah yakni yang tidak memiliki cacat dan warnanya agak mengkilap. Bibit tersebut direndam terlebih dahulu di dalam air selama 15 menit sebelum ditanam.
Lahan tanam harus digemburkan terlebih dulu dan ditambahkan pupuk kandang sebagai nutrisi awal pertumbuhan bibit. "Biasanya saya beri pupuk kandang dari peternakan sekitar Bondowoso. Setiap 1 meter persegi (m²) lahan bisa habis 2 kilogram (kg) pupuk," kata dia.
Untuk lahan di atas 2.000 m², Hasrul butuh 8 kg-12 kg bibit. Tanaman kacang merah harus dijaga kelembabannya dengan cara disiram secara berkala. Kecambah akan mulai terlihat setelah satu minggu penyemaian.
Memasuki usia sebulan, harus waspada terhadap hama yang sering menyerang adalah ulat polong yang suka mengerat daun. Maka, untuk antisipasi, Hasrul menyemprot fungisida tiga minggu setelah penyemaian.
Setelah berumur 2,5 bulan, polong kacang merah bisa segera dipanen. Hasrul mengingatkan, apabila pemetikan terlambat maka polong kacang merah akan berserat keras dan rasanya kurang enak sehingga tidak laku dijual.
Setelah disortir biasanya Hasrul memisahkan dan membungkus dengan plastik berdasarkan tingkat ketuaan kacang merah. Plastik pembungkus harus diberi lubang dan langsung didistribusikan. "Kacang merah di gudang penyimpanan hanya dapat bertahan selama dua minggu sampai empat minggu," kata Hasrul.
Sementara, Budiman Bagus, pembudidaya asal Malang, Jawa Timur menanam kacang merah diselingi dengan tanaman kentang untuk melindungi serangan ulat tepung dan tikus kebun yang sering menjadi hama tanaman. Biasanya, efek dari hama tersebut menyebabkan daun si kacang merah menjadi bolong-bolong bahkan bisa menyebabkan gagal panen.
Agar tumbuh subur, penyiraman harus rutin dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari selama 60 hari hingga masa panen tiba.    n
(Selesai)
sumber : kontan.co.id
Share: