Investor Lirik Budidaya Bandeng


Kalangan investor dari dalam negeri kembali melirik untuk membudidayakan bandeng di pesisir Jawa terutama wilayah Utara Jawa. Budidaya bandeng menjadi pilihan karena produk ikan yang satu ini tidak memerlukan banyak perawatan yang khusus sehingga proses pengelolaanya tidak sesulit budidaya udang.

"Saat ini permintaan pasarnya cukup besar, apalagi ada potensi ekspor," kata Kepala Balai Pelayanan Usaha Tambak Pandu Karawang, Made Suita di Karawang. Harga bandeng saat ini di pelelangan ikan bandeng di Karawang per kg bisa mencapai Rp. 15.000, dan ukuran tertentu bisa mencapai Rp 30.000 per kilogram karena permintaan yang masih tetap tinggi.

Ketertarikan membuka tambak bandeng tersebut juga disampaikan oleh Joko Buntar, Presiden Direktur PT.Sebar Cahaya Semesta yang saat ini sudah membeli seluas 500 hektar tanah di Tanggerang Utara untuk ditanam bandeng. "Kami saat ini sedang observasi untuk budidayanya di BLU Pandu Karawang," kata pria yang sebelumnya berbisnis property itu.

Joko bilang, target dari dirinya adalah membuka tambak tersebut untuk dipasok untuk kebutuhan Jakarta dan sekitarnya. Disekitar lahan miliknya yang berada di Tanjung Pasir, Tanggerang Utara tersebut terdapat ratusan hektar tambak udang milik rakyat. "Jika persyaratan mencukupi kita akan mencoba untuk ekspor," jelas Joko.

Saat ini Joko sedang masih melakukan ujicoba di tambak seluas 8 hektar dari 500 hektar lahan tambaj yang dimilikinya. Saat ini Ia sedang melakukan uji coba untuk melihat produktifitas bandeng yang akan diproduksi. Dalam masa ujicoba itu, perusahaannya juga melakukan ujicoba untuk membudidayakan udang termasuk ikan Sidat.

Incaran Joko cukup fantastis, karena Ia berkeinginan untuk mengekspor bandeng segar ke Singapura. Pasalnya, wilayah tambak yang dimilikinya saat ini hanya membutuhkan waktu tempuh 20 menit dari pelabuhan Soekarno Hatta. "Kita punya jaraknya cuma 25 km dari pelabuhan," jelas Joko.

Ekspor lewat udara ini sebelumnya sudah dilakukan oleh eksportir tuna dari Padang yang langsung mengekspor tuna tersebut lewat Cardig Air. Joko memprediksi pasar ikan segar lebih bernilai tinggi dibandingkan dengan ekspor ikan yang sudah masuk dalam pengolahan. "Sekarang kita sedang pelajari kebijakannya termasuk standar mutu yang diinginkan," kata pria yang tidak mau menyebutkan nilai investasinya itu.

Sementara itu Made menyebutkan, ikan Bandeng saat ini tidak hanya untuk menutupi kebutuhan di dalam negeri, tetapi juga terbuka untuk kebutuhan ekspor. "Kita memiliki potensi ekspor ke Timur Tengah seperti Arab Saudi," jelas Made pengelola tambak terpadu milik pemerintah di Karawang itu.

Sementara itu untuk memenuhi kebutuhan Jakarta saja, bandeng dari Karawang masih kekurangan pasokan. Sehingga bisnis bandeng menurut Made masih akan memiliki potensi. Sedangkan untuk kebutuhan ekspor, Made bilang masih kekurangan infrastruktur untuk pengolahan. "Dalam tahun ini kami berencananya akan dibikin coldstorage kapasitas 100 ton," jelas Made.

Jika ada cold storage, maka industri budidaya juga bisa berkembang untuk dan hasilnya bisa diproduksi. Saat ini untuk ekspor bandeng dari Karawang belum bisa melakukan ekspor karena belum ada cold storage yang mampu untuk membekukan bandeng atau komoditi ikan jenis lainnya untuk ekspor.


sumber : kontan.co.id
Share: