Ikan krispi Banyak Peminat

Usaha pembuatan ikan krispi dan pilus rumput laut dimulai Miftahun (55) tahun 2009. Namun awalnya pria ini hanya memproduksi ikan krispi.
Miftahun sendiri semua berprofesi sebagai nelayan. Profesinya sebagai nelayan ini, seringkali membuat dia mendapatkan ikan lampak hingga puluhan kilogram. Ikan berukuran kecil ini seringkali dibawa pulang ke rumah dan dibagikan kepada tetangganya. Namun lama kelamaan, suami dari Sumaniah ini merasa tidak enak kepada para tetangganya.
Akhirnya Miftahun memutuskan untuk berkonsultasi ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Belitung. Oleh pihak DKP, Miftahun
diarahkan untuk membuat ikan krispi. Miftahun juga diikutkan dalam pelatihan membuat teri krispi. Namun dalam produksinya dia tidak terbatas menggunakan teri, namun juga bisa saja menggunakan ikan lampak. Makanya dia menamai produknya ikan krispi. Ternyata ikan krispi yang dibuatnya diminati.

Tahun 2010, Miftahun mulai fokus untuk meninggalkan perahu dan profesinya sebagai nelayan dan usaha membuat ikan krispi. Saat itu dia konsisten untuk bekerja empat sampai lima hari dalam seminggu. Berbeda dengan sekarang yang malah menjadi setiap hari dan tidak ada waktu istirahat.
Tahun 2011, produksi Miftahun di bawah bendera Krispi Jaya berkembang dengan mengeluarkan produk baru, yakni pilus rumput laut. Tahun itu juga dia berkomitmen harus bisa membuat rumah produksi sendiri dan tidak berproduksi di rumah. Dan berhasil. Dengan bantuan dari PT Pelindo II Tanjungpandan, Miftahun membangun rumah produksi ikan Krispi Jaya di belakang kediamannya di Jalan Munir Tanjungpandan.
Tahun 2012 ini, Miftahun kembali berkomitmen untuk memiliki paling tidak, satu alat untuk mendukung produksi. Kini dalam memproduksi ikan krispi dan pilus rumput laut, Miftahun dibantu tujuh orang yang berasal dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Kegiatan produksi berlangsung setiap hari, dengan jumlah tergantung kesanggupan para pekerja. Jika para pekerja ingin beristirahat dulu, kata Miftahun, biasanya mereka beristirahat beberapa hari.
“”Alhamdulillah peningkatan (produksi–red) ada. Kita terus tingkatkan produksi, meningkatkan nama baik. Juga menambah tenaga kerja,” kata bapak dari tiga orang anak ini.
sumber : budidaya-ikan.com
Share: