Harga Pelet Melambung, Pembudidaya Lele Kembang Kempis

HARGA pakan lele di pasaran terus melambung. Kondisi tersebut mengakibatkan peternak ikan lele di sentra budidaya ikan lele di wilayah Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung kesulitan memenuhi kebutuhan pakan ikannya.
“Dari 30 kolam, yang ada tersisa delapan kolam yang beroperasi mulai dari pembibitan ikan lele sampai penjualan ikan lele ke para tengkulak dan pengecer,” ujar Iwan Lele (33) selaku pemilik sentra budidaya sekaligus Ketua Kelompok Ternak Ikan Lele Desa Sindangsari, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung ketika ditemui di kediamannya.
Harga pakan lele sejak dua pekan terakhir sudah naik menjadi Rp 8 ribu dari harga semula Rp 7 ribu. Bahkan beredar informasi harga pakan lele bakal naik lagi sekitar Rp 500 sampai Rp 1000.
“Setiap tahun terus naik tidak pernah turun. Mulai dari Harga Rp 4 ribu sekarang sudah menjadi Rp 8 ribu. Parahnya setiap tahun sebanyak empat kali naik harganya,” ujar warga RT 01/RW 09, Kampung Ciraab, Desa Sindangsari, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung itu.
Iwan mengatakan, kondisi tersebut membuat sejumlah peternak lele di Kecamatan Paseh dan sekitarnya tak mendapatkan untung. Padahal harga ikan lele jarang mengalami kenaikan meski permintaanya cukup banyak.
“Kalau kebutuhan ikan lele selalu meningkat. Sekarang saja pasar membutuhkan sekitar 20 ton. Namun kami kesulitan memenuhi kebutuhan pasar karena ikan yang tersedia minim,” ujar Iwan.
Selain itu, menurut Iwan tingginya harga pakan ikan mempengaruhi jumlah peternak lele. Pada 2010 jumlah peternak lele di Kecamatan Paseh mencapai 200 orang. Tahun 2012 kemarin, jumlah peternak lele turun drastis. “Yang bertahan 13 peternak lele. Itu pun kondisinya kembang kempis, hidup segan mati tak mau,” ujarnya.
Dipaparkan Iwan, tingginya biaya produksi disebabkan satu kolam ikan dengan tebaran bibit sebanyak 1 kuintal yang menghabiskan biaya Rp 1 juta membutuhkan pakan ikan lele sebanyak 1 ton. Sedangkan harga jual lele di pasaran rata-rata Rp 13 ribu per kg untuk tingkat peternak.
“Jika pembibitan sukses bisa hasilkan 1,2 ton ikan lele super dalam 40 hari. Namun tingginya harga pakan kami harus mengurangi jumlah ikan lele hanya untuk membeli pakan,” ujar Iwan yang mengatakan kunci utama beternak lele berada di ketersediaan pakan.
Akibat mengurangi pasokan lele dan memilih memenuhi kebutuhan pakan, ia pun kini hanya mengantongi keuntungan sekitar Rp 900 ribu. Pasalnya, Iwan yang biasa menjual 7 ton sampai 10 ton itu kini hanya menjual 3 kuintal sampai 5 kuintal setiap seharinya.
“Karena itu banyak pemintaan di luar Jawa Barat kami tolak karena untuk memenuhi kebutuhan di Jawa Barat seperti Indramayu, Sukabumi, Bandung, Cimahi dan Kabupaten Bandung sendiri sudah sulit,” ujar Iwan.
sumber : budidaya-ikan.com
Share: