Harga Ikan Gurami di Kulon Progo Menanjak

Harga ikan gurami di tingkat pembudidaya Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami kenaikan hingga 50 persen yang disebabkan tingginya jumlah permintaan, kata anggota Forum Silaturahmi Pokdakan, Suhardi.
“Harga gurami di tingkat pembudidaya mencapai Rp36.000 hingga Rp38.000 per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp22.000 hingga Rp24.000 per kg. Untuk gurami dengan berat di atas 500 gram, kami menjualnya Rp38.000 per kg. Harga ini, di tingkat pedagang kembali mengalami kenaikan di atas Rp40.000 per kg,” kata Suhardi.
Kata dia, kenaikan harga gurami disebabkan oleh tingginya harga benih yang awalnya Rp700 per ekor naik menjadi Rp1.100 per ekor. Kenaikan juga disebabkan oleh tingginya permintaan dari luar Kulon Progo, tetapi kemampuan produksi masyarakat masih rendah.
“Kenaikan ini sudah terjadi sejak empat bulan terakhir. Harga gurami diprediksikan akan terus meeningkat seiring tingginya tingkat konsumsi ikan oleh masyarakat, khususnya gurami,” katanya.
Sementara itu kemampuan produksi lele pembudidaya di Kulon Progo, kata Suhardi, baru mencapai dua hingga dua ton per bulan. Padahal, permintaan gurami per bulannya di atas empat ton.
“Memelihara gurami itu membutuhkan waktu cukup lama, di atas enam bulan, Beda dengan lele, hanya membutuhkan waktu paling lama tiga bulan sudah dapat dipanen. Sehingga, produksi gurami sangat lambat,” katanya.
Sementara, kemampuan produksi lele di tingkat pembudidaya, kata Suhardi, mencapai 1,5 kuintal per hari atau sekitar 45 kuintal per bulan. Hasil produksi itu, baru satu kelompok yakni Forum Silaturahim Pokdakan (FSP) Kulon Progo, belum termasuk pembudidaya mandiri lainnya.
Sementara, kebutuhan lele di tingkat DI Yogyakarta, rata-rata mencapai delapan kuintal per hari, yang sebagian dipenuhi dari Kabupaten Bantul dan Sleman.
“Harga lele di tingkat pemudidaya Kulon Progo stabil yakni Rp12.200 hingga Rp12.500 per kilogram. Meski ada kenaikan permintaan, harga ikan tetap tidak mengalami kenaikan. Hal ini, dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pasar,” kata dia.
Dia mengatakan, harga pakan ikan mengalami kenaikan, sekitar Rp3.000 per kantong. Pakan ikan dengan berat 30 kg dari Rp235.000 naik menjadi Rp 238.000. Sehingga, pembudidaya hanya mendapatkan keuntungan yang kurang maksimal.
“Meski keuntungan sedikit, kami terus tetap bertahan. Kami tetap optomis, permintaan lele akan naik sehingga pendapatan kami juga akan naik,” kata dia.
Ketua Forum Silaturahim Kelompok Pemudidaya ikan (Pokdakan) Kulon Progo, Agung Mabruri mengatakan, FS Pokdakan Kulon Progo melakukan uji coba penerapan sistem probiotik supaya pakan yang digunakan mengalami penurunan hingga 50 persen tetapi tidak tidak menyebabkan berat produksi lele mengalami penurunan.
“Kami sudah melakukan uji coba dua kali dengan sistem probiotik. Uji coba pertama gagal total, uji coba kedua cukup berhasil. Untuk lebih berhasil, rencananya kami akan melakukan studi banding ke Jombang, Jawa Timur yang telah mengembangkan probiotik,” kata dia.
sumber : budidaya-ikan.com
Share: