Enggano Akan Jadi Lokasi Budidaya Lobster


Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu akan mengembangkan budidaya udang lobster di perairan Pulau Enggano Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara.
    
Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K), Rinaldi, mengatakan, rencana tersebut selain mengembangkan potensi perikanan di kawasan tersebut juga untuk mengembangkan ekonomi masyarakat yang tinggal di salah satu pulau terluar itu. "Kami rencanakan tahun ini akan mengembangkan budidaya lobster atau di Enggano disebut udang batu khususnya di perairan teluk Kaana,"katanya.
    
Rinaldi mengatakan terumbu karang yang terdapat di perairan Pulau Enggano merupakan potensi besar untuk pengembangan budidaya lobster yang menjadi komoditi ekspor andalan Provinsi Bengkulu.
    
Selama ini, nelayan menjual lobster dengan ukuran yang kecil sehingga harganya juga rendah sehingga dengan pembesaran tersebut akan menambah nilai jual lobster. 
    
Meski belum diketahui potensinya, produksi lobster Bengkulu pada 2009 lalu mencapai 4.000 ton dan berhasil menempati urutan ketiga penghasil lobster di Tanah Air. "Produksi ini masih termasuk rendah dibanding potensi yang ada karena nelayan kita terkendala alat tangkap yang memadai," katanya.
    
Harga lobster di mancanegara yang cukup tinggi, menurut dia,
membuat potensi pengembangan semakin positif apalagi perairan Bengkulu mengandung beberapa jenis lobster antara lain jenis mutiara, pasir, hijau, bambu dan kipas.
    
Saat ini, kata dia, harga lobster jenis mutiara mencapai Rp 600.000 per kg, dan jenis pasir Rp 300.000 per kg.
    
Daerah penghasil lobster tertinggi adalah Kabupaten Bengkulu Utara tepatnya di perairan Air Hitam, Seblat, Ipuh, Pulau Enggano dan sebagian kecil dari Kabupaten Kaur.


sumber : kompas.com
Share: