Ekonomi membaik dari budidaya si bongkok (1)

Selain terkenal dengan sentra pertanian bawang merah, di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah juga terdapat sentra budidaya udang vaname yang cukup berkembang pesat.
Sentra ini berada di Desa Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes. Desa ini sudah terkenal sebagai sentra tambak bandeng dan udang sejak 1980-an. Namun, baru belakangan ini saja, petambak di desa ini mulai mengembangkan udang vaname.
Sebelum beternak vaname, petambak di sini mengembangkan udang windu. Para petambak mulai mengenal udang jenis vaname sejak tahun 2006. Saat itu, sosialisasi pertama kali dilakukan oleh Bupati Brebes.
Salah satu keunggulan udang ini memiliki harga jual tinggi. Kini, di desa Limbangan Wetan ada lebih dari 40 pembudidaya udang vaname. Baharuddin Adiatmo, salah satu petambak udang vaname bilang, para petambak ada yang bergabung dalam kelompok dan ada juga yang mandiri.
Ia sendiri tergabung dalam kelompok budidaya Sampang Tigo. Ia sudah aktif menjadi pembudidaya udang sejak tahun 1992. Namun masih sendiri-sendiri dan kapasitas produksi udangnya masih belum banyak. Saat itu, luas petak tambak udangnya masih sempit.
Baharudin mulai beralih dari udang windu ke udang vaname pada 2006. Ia  memilih udang vaname karena harga jualnya tinggi dan juga tahan penyakit.
Saat ini, kelompoknya terdiri dari 19 orang petambak. "Saya sendiri ketua kelompoknya," ujarnya.

Kelompok ini berdiri sejak tahun 2009 dengan total luas tambak mencapai 25 hektar yang terdiri dari 40 kolam atau tambak udang. Khusus milik Baharuddin sendiri, ia memiliki empat petak tambak. Luas satu tambak 0,5 hektare (ha) hingga 1 ha.
Budidaya udang vaname ini membawa berkah bagi kehidupan Baharuddin. Sejak membudidayakan udang ini, ekonomi keluarganya terus membaik.
Udang vaname panen setiap dua bulan sekali. Satu kolamnya bisa menghasilkan 4 ton–5 ton udang. Harga jual ke pengumpul di sekitar Rp 100.000 per kilogram (kg).

Setiap dua bulan sekali, Baharuddin bisa mendapat omzet hingga Rp 80 juta. Dikurangi biaya genset dan operasional, laba bersihnya bisa mencapai Rp 50 juta.
Petambak lainnya adalah Munawar yang tergabung dalam kelompok Muncul Jaya sejak 2010. Di kelompok ini ada 20 pembudidaya udang vaname yang dulunya beternak udang windu.
Munawar mulai memanen hasil udang vaname sejak 2012. Dengan sistem intensif, hasil panen yang didapat sangat berlimpah, yakni bisa menghasilkan 12 ton–14 ton udang per hektar.
Kolam milik Munawar sendiri tidak semuanya intensif. Ia memiliki empat kolam. Perinciannya, satu kolam intensif, dua semi intensif, dan satu masih dikelola secara tradisional. Kolam semi intensif menghasilkan panen hingga 6 ton per ha.        n
(Bersambung)
sumber : kontan.co.id
Share: