Demfarm Budidaya Kerapu mampu memicu penguatan kapasitas usaha budidaya masyarakat di Langkat, Sumatera Utara

    Salah satu lokasi pengembangan Kerapu di wilayah barat adalah di Kabupaten Langkat Sumatera Utara, tepatnya di Pulau Sembilan, dimana Ditjen Perikanan Budidaya telah memberikan dukungan bantuan KJA Kerapu sebanyak 2 unit serta input produksi kepada kelompok pembudidaya Kerapu di Pulau Sembilan ini.

    Awal tahun 2013, kawasan ini hanya terdiri dari 25 kelompok dengan jumlah unit lubang KJA sebanyak 31 lubang KJA, setelah mendapatkan dukungan dari pemerintah sampai dengan tahun 2014 jumlah unit berkembang menjadi 69 lubang KJA. Begitu juga dengan perkembangan jumlah pembudidaya Kerapu, awalnya berjumlah 25 kelompok menjadi 35 kelompok pembudidaya Kerapu di Karamba Jaring Apung dan Karamba Jaring Tancap. Pelopor pengembangan budidaya Kerapu di lokasi ini salah satunya adalah Bpk. Rizal. Rizal telah lama mewarisi usaha budidaya ikan di KJA, namun baru diawal 2005 Rizal aktif dan intensif berusaha budidaya Kerapu. Sebagai mitra Rizal bekerjasama dengan Killy Chandra PT. Sumatera Budidaya Marine. Rizal dan Killy Chandra merupakan pelopor pengembangan Kerapu di Sumatera Utara, sekaligus sebagai pembina dan motivator para pembudidaya di Kabupaten Langkat dan sekitarnya.

    Peran PT. Sumatera Budidaya Marine adalah sebagai Mitra, dimana memiliki pembudidaya – pembudidaya binaan dengan menerapkan sistem pembayaran pasca pemanenan. Killy Chandra mengembangkan kawasan budidaya Kerapu di KJA dengan menerapkan sistem Inti Plasma. Sama halnya dengan UD. Baliminatama pihak PT. Sumatera Budidaya Marine  mengembangkan sistem usaha budidaya Kerapu melalui kemitraan dengan segementasi usaha. Melakukan pendederan Kerapu mulai dari ukuran 2 – 3 cm dibesarkan di tambak sampai dengan ukuran 400 gram selama 5 bulan. Kemudian dilakukan pembesaran selama 5 bulan di KJA sampai dengan ukuran 900 – 1.400 gram per ekor. Jenis kerapu yang dibudidayakan adalah Kerapu Cantang dan Kerapu Macan.

    Animo masyyarakat untuk terjun melakukan budidaya kerapu seiring dengan kemitraan yang dibangun, memicu pengembangan budidaya rumput laut secara signifikan. Hal ini bisa terlihat sebagaimana di akui Rizal bahwa telah terjadi peningkatan produksi dari semula pada awal tahun 2013 sebesar 36 ton per tiga bulan menjadi 90 ton per tiga bulan, dengan nilai produksi diperkirakan 13,5 milyar per tiga bulan atau setara dengan 54 milyar pertahun. Nilai yang sangat besar sebagai penyumbang pundi-pundi devisa negara.

    sumber : dpjb.kkp.go.id
Share: