Dampak demfarm terhadap geliat usaha budidaya Kerapu di Situbondo

Berawal dari dukungan Ditjen Perikanaan Budidaya pada tahun 2012 untuk pengembangan demfarm di kawasan-kawasan potensial budidaya kerapu, dimana pada saat itu Kabupaten Situbondo mendapat alokasi demfarm sebanyak 2 unit yaitu pada Pokdakan Kerapu Jaya Abadi.

Sebagaimana disampaikan Agung, Ketua Pokdakan Agung Sembodo bahwa dirinya beserta anggota kelompok mengakui bahwa program demfarm sangat membantu mereka terutama ada dua sisi keuntungan yang mereka dapatkan, apalagi kontruksi KJA yang diberikan berbahan HDPE, yang tentunya mempunyai nilai  ekonomis yang lama. Pertama, dengan adanya demfarm budidaya kerapu, pihaknya mengaku bahwa telah sangat terbantukan terutama dalam mendapatkan alternatf usaha yang selama ini menurut pengakuan mereka secara umum anggota kelompok masih mengandalkan kegiatan penangkapan ikan yang kian hari hasilnya tidak menentu. Kedua, pengembangan demfarm memberi pelajaran berharga bagi masyarakat akan penting pengelolaan usaha secara berkelompok, melalui pengelolaan bersama, maka akan mampu mempercepat penguatan kapastaas usaha mengingat usaha budidaya kerapu membutuhkan investasi yang besar dengan cashflow produksi yang lama.

Lebih lanjut Agung menambahkan bahwa sejak Tahun 2013 pada siklus pertama Pokdakan yang ia gawangi mampu menghasilkan produksi kerapu cantang ukuran konsumsi lebih kurang 7,3 ton dengan nilai produksi lebih kurang 511 juta rupiah. Bisa dibayangkan, saat ini kalau saja dibagi terhadap seluruh anggota Pokdakan, maka tidak kurang dari 50 juta rupiah per siklus masuk ke kantong masing-masing. Menurut mereka ini luar biasa, pendapatannya naik secara signifikan jika dibanding sebelumnya. Diakui Masyarakat sangat jauh jika mengandalkan profesi nelayan seperti dulu. Melalui manajemen usaha dan kelembagaan yang kuat, pihaknya saat ini telah mampu meningkatkan kapasitas usaha, ini dapat terlihat dari adanya penambahan jumlah lubang KJA hingga lebih dari 130 lubang dariawalnya sebanyak 16 lubang.

Bagi Agung dan kawan-kawan keberhasilannya sebagai buah kerja keras, diharapkan ke depan akan terus berkembang, dan bukan mustahil Situbondo akan menjaadi sentral produksi baru budidaya kerapu di Indonesia. “Kami optimis ini akan segera terwujud”, tandas Agung optimis.

sumber : dpjb.kkp.go.id
Share: