Daging Sapi Mahal, Warga Kuningan Beralih ke Ikan

Kelangkaan dan tingginya harga daging sapi di pasar-pasar tradisional di wilayah Kabupaten Kuningan dalam dua bulan terakhir ini, menyebabkan sejumlah konsumen beralih untuk mengonsumsi ikan. Kini permintaan terhadap ikan, khususnya ikan kolam hasil budidaya menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Jenis ikan yang digemari konsumen di Kuningan, rata-rata berupa ikan nila, ikan mas (kancra), dan gurame. Peningkatan terhadap ikan jenis tersebut rata-rata dua kali lipat dari sebelumnya. Begitu pula permintaan terhadap ikan lele, menunjukkan peningkatan yakni 120 ton/bulan, kendati masih dijual ke luar Kuningan untuk memenuhi permintaan dari Jakarta, Bekasi dan sekitarnya.
Seperti diungkapkan Maman, seorang pedagang ikan kolam di Pasar Kepuh Kuningan, permintaan ikan dalam dua bulan terakhir ini ada peningkatan sehingga dari biasa dia menjual 200-300 kg per hari ikan berbagai jenis, kini rata-rata habis 400-500 kg/hari.
“Mungkin ini disebabkan kelangkaan daging sapi dan kalaupun ada barangnya, tetapi harganya dinilai mahal antara Rp 85.000 sampai Rp 90.000 per kg, sehingga konsumen memilih untuk mengosumsi ikan,” kata Maman.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kab.Kuningan, Ir.Hj. Triastami yang disampaikan Kepala Bidang Perikanan Ir.H. Sofyan, mengakui, akibat kelangkaan daging sapi di pasaran akhir-akhir ini menyebabkan permintaan terhadap ikan khususnya ikan kolam hasil budidaya menunjukkan peningkatan, bahkan berdasarkan hasil pendataan sementara terjadi peningkatan sampai 100 persen.
Sejumlah pedagang ikan di pasar-pasar tradisional termasuk di kolam-kolam produksi yang tersebar di sejumlah kecamatan, rata-rata mereka menjual dua kali lipat dari biasanya. Sejumlah pedagang ikan kolam di Pasar Baru dan Pasar Kepuh, rata-rata menjual 700-1.000 kg/hari dan dalam dua bulan terakhir meningkat rata-rata menjadi 2.000 kg/hari.
“Kendati demikian, untuk memenuhi jumlah sesuai dengan standar kebutuhan gizi percapita (Pct) pertahun, masih ditemukan berbagai kendala seperti luas kolam yang terbatas sehingga jumlah produksi jauh dari cukup,” ujar Sofyan.
Produksi ikan di Kab.Kuningan, rata-rata antara 9.000 s.d 11.000 ton per tahun, sehingga masih dinilai sangat kurang sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan sesuai standar gizi WHO yakni 35 kg percapita per tahun, sedangkan Kuningan baru mampu memenuhi sekitar 22,5 kg percapita per tahun. Itu pun, selama ini masih mendatangkan ikan segar dari luar Kuningan rata-rata 26.000 ton ikan segar setiap tahunnya.
sumber : budidaya-ikan.com
Share: