Cacing tumbuh cepat di kolam berlumpur halus (2)

Peluang budidaya cacing sutra cukup menjanjikan di tengah maraknya usaha budidaya ikan air tawar. Sebagai pakan ikan yang memiliki kandungan gizi tinggi, permintaan cacing ini tinggi di pasar.
Sayangnya, pasokan cacing ini masih terbatas karena selama ini lebih banyak mengandalkan tangkapan dari alam. Budidaya cacing ini sendiri tergolong susah-susah gampang.
Ada banyak tahapan yang harus dipersiapkan sebelum membudidayakan cacing ini. Pertama, menyiapkan kolam untuk budidaya. Luas kolam bisa disesuaikan dengan luas areal yang ada. Namun, ukuran idealnya sekitar 1 meter (m) x 2 m.
Setiap kolam harus memiliki banyak endapan lumpur halus dan dilengkapi saluran pemasukan dan pengeluaran air. Aris, salah satu pebudidaya di Yogyakarta, menyarankan agar setiap kubangan lumpur dibuat petakan kecil ukuran 20 cm x 20 cm dengan tinggi badengan sekitar 10 cm.
Lahan tempat budidaya ini harus diberikan dedak halus dan pupuk kandang yang sudah dijemur selama enam jam. Selain itu, harus juga disiapkan bakteri EM4 untuk fermentasi pupuk kandang tersebut.
Fermentasi penting karena dapat menaikkan kandungan N-organik dan C-organik sebanyak dua kali lipat. Hasil fermentasi yang sudah bercampur lumpur ini akan menjadi pakan cacing. Selama fermentasi, lahan direndam air setinggi 5 cm selama empat hari.
Selanjutnya bagian atas endapan air dibuang atau diturunkan mencapai 5 centimeter (cm)– 10 cm dari permukaan lumpur.
Kemudian lumpur diratakan dengan serok kayu dan dibiarkan selama beberapa hari, hingga lumpur halus yang ada di kolam cukup banyak. "Pastikan juga kolam steril dari hewan yang menjadi hama cacing sutra," ujar Aris.
Setelah siap, kolam dialiri air dengan debit dua sampai lima liter per detik. Petani juga harus memasang atap untuk mencegah tumbuhnya lumut di kolam.
Selanjutnya, taburkan indukan cacing sutra sebanyak 10 gelas (2-3 liter) ke dalam kolam dan diisi air 5 cm - 7 cm. Indukan cacing ini bisa dibeli di pasar.
Panen pertama dapat dilakukan setelah cacing berumur 75 hari. Untuk selanjutnya dapat dipanen setiap 15 hari.
Waktu panen cacing sutra dilakukan pagi atau sore hari dengan cara menaikkan ketinggian air sampai 60 cm. Dengan begitu, cacing akan naik jadi mudah dipanen.

Masturo, pebudidaya cacing sutra asal Jakarta menambahkan, selain endapan lumpur, cacing juga harus diberi makanan setiap hari. Pakannya bisa ampas tahu atau kotoran ayam.
Selama perawatan, cacing juga harus dijauhkan dari anak kodok yang gemar menyantap cacing ini.    
(Selesai)
sumber : kontan.co.id
Share: