Bandeng lebih nikmat dengan berjualan langsung


Setiap perayaan Tahun Baru China atau Imlek datang, selalu membawa berkah bagi banyak orang. Tak terkecuali bagi para petambak ikan bandeng di Desa Selembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tanggerang, Provinsi Banten.

Maklum, menjelang perayaan Imlek, permintaan ikan air tawar itu cenderung meningkat. Boit, pengelola tambak ikan bandeng Milenium mengaku, setiap bulan bisa menjual 20 kuintal ikan bandeng. Jelang Imlek ini, ada tambahan pembelian sekitar 30 kilogram (kg) sampai 40 kg per hari. 

Kebanyakan pembeli mencari ikan bandeng dengan berat satu kg per ekor untuk Imlek. Namun tidak semua dari sekitar 115.000 ekor ikan bandeng yang ada di kolamnya, berukuran sebesar itu. "Walaupun akhirnya tak menemukan, mereka tetap membeli," kata Boit.

Boit bilang, pemburu ikan bandeng tidak pada saat menjelang perayaan Imlek saja. Hanya mendekati Imlek, pembeli lebih banyak berdatangan. Apalagi di akhir pekan, empang Boit ramai diserbu pembeli, baik yang ingin memancing atau langsung menjala. "Saya punya kolam menjala dan memancing. Dipisah supaya tidak terganggu," kata dia.

Dia bilang, harga ikan bandengnya tak terlalu mahal, hanya Rp 25.000 per kg. Dari usaha ini, rata-rata ia dapat meraup omzet Rp 50 juta per bulan dengan laba bersih sekitar 10%.

Kartam, pengelola tambak Indo Bandeng Pratama juga sedang ketiban banyak permintaan menjelang Imlek. Bahkan, pelanggannya di Pasar Muara Kamal, Jakarta Utara, meminta tambahan pasokan dalam jumlah besar. "Katanya untuk Imlek, tapi saya tidak jual karena harganya hanya Rp 21.000 per kg, padahal saya jual di sini Rp 30.000 per kg," katanya.

Kartam pun lebih memilih menjual ke pembeli langsung di tambaknya. "Saya bisa jual 20 kuintal per bulan. Omzet sekitar Rp 60 juta per bulan," katanya.


sumber : kontan.co.id
Share: