Agus Kewalahan Penuhi Permintaan Bibit Lele Sangkuriang

Agus Fathurahman (35), perlahan-lahan mulai masuk ke kolam indukan ikan lele sangkuriang terbuat dari batu bata dilapisi semen. Selang berukuran besar dari mesin sedot robin dimasukkannya ke kolam tersebut. Sedangkan, selang kecil lainnya dialihkannya ke kolam satu lagi, tepat di sebelah kolam indukan.
Air itu sebelumnya sudah diisi dengan kotoran kambing terbungkus dengan karung, kata Agus, sengaja tidak dibuangnya. Itu dilakukannya sudah sejak tiga bulan lalu, November 2012, awal ia melakukan usaha pembibitan ikan lele sangkuriang.
Termasuk juga memidahkan telur-telur ikan yang menempel di ijuk ke kolam anakan dan pembibitan berukuran 1,2×2 meter. “Sudah tiga bulan ini usaha pembibitan ini saya lakukan. Jujur saja, saya kewalahan untuk memenuhi permintaan pasar.
Setiap harinya permintaan 20-30 ribu ekor ikan, sedangkan kita hanya sanggup 40 ribu ekor per bulannya,” kata Agus, saat peluncuran sekaligus syukuran Pembibitan Ikan Lele Sangkuriang Lancang Kuning, di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.
Agus menjelaskan, kenapa ia menambahkan kata Lancang Kuning di belakang ikan lele sangkuriang, karena nama tersebut identik dengan Riau. Perwiran pertama di Batalyon Paskhas 462/Pulanggeni ini menjelaskan, standarnya untuk pembibitan itu memerlukan 100 kolam.
Namun, saat ini ia hanya memiliki 40 kolam untuk pembibitan ikan lele sangkuriang. Agus mengatakan, ia menjual bibit ikan dengan ukuran panjang minimal 3 hingga 6 centimeter.
“Dalam kurun waktu 45-60 hari ikan sudah bisa dipanen dengan rasio 4-5 ekor untuk 1 kg. Tidak hanya itu, ikan ini tidak rakus dengan pakan pelet dan tak perlu mengganti air kolamnya,” kata Agus.
Ia menjelaskan, ukuran 3-4 cm dijualnya per ekor Rp 150, 3-5 cm Rp 180 dan 4-6 cm Agus melepasnya di harga Rp 220. Selain itu, untuk mengawasi pembibitan ikan lele sangkuriang miliknya, ia mempekerjakan tiga orang yang telah dibekali dengan ilmu bagaimana beternak ikan langsung dari Nasruddin, pengembang pertama lele jenis ini di Kampung Sukabirus, Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ikan ini merupakan perkawinan silang yang dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT). Betina keturunan kedua lele dumbo asli Afrika Selatan (F2) dikawinkan dengan pejantan keturunan keenam lokal (F6).
Bagaikan ibu mengawini anak lelakinya sendiri, sehingga anakan yang dihasilkan kemudian dinamakan Lele Sangkuriang. “Terpenting, rasa ikan lele sangkuriang ini pasti beda dengan lele dumbo lainnya. Lebih garing dan tebal dagingnya,” kata Agus sambil promosi dengan menyebutkan nomor telepon selulernya 082388595603 bagi yang ingin memesan bibit ikan lele sangkuriang.
sumber : budidaya-ikan.com
Share: