Adu layanan demi merebut pelanggan (3)

Toko aksesori mobil di Ruko Cimone Indah Plaza kian menjamur sejak beberapa tahun terakhir. Di kawasan ini berderet sekitar 35 toko aksesori dan variasi mobil. Lantaran menawarkan produk serupa, hampir tidak ada pembeda antara satu toko dengan yang lainnya.
Satu-satunya pembeda hanyalah spanduk dan papan nama yang tertera di depan toko. Tak heran, banyak pengunjung yang kebingungan memilih toko yang akan disinggahinya. Untuk itu, ada baiknya pengunjung keliling dulu menanyakan produk yang dicari sekaligus membanding-bandingkan harga dan kualitas.
Bila beruntung, tidak mustahil bisa mendapat barang kualitas baik dengan harga agak murah. Selain itu, perlu juga dicermati servis  yang diberikan pedagang. Pasalnya, masing-masing pedagang memberikan servis berbeda-beda.
Hendra, pemilik toko Venus, mengatakan, demi memuaskan pelanggan, ia kerap melatih montir-montirnya untuk melayani secara ramah. Ia juga selalu menekan agar para montirnya bisa memahami setiap keinginan pelanggan.
Tak kalah pentingnya, montir juga harus memahami semua produk audio yang dijual di tokonya. "Dengan begitu, montir bisa melayani  dengan baik," ujarnya. Gunawan, pemilik toko Gunawan Motor, mengaku,  sudah memiliki banyak pelanggan tetap. Makanya, ia tidak memiliki strategis khusus untuk menggaet pembeli.
Lagi pula letak tokonya juga ada di deretan paling depan, sehingga dilalui semua pengunjung. "Umumnya pelanggan sudah tahu kualitas barang yang saya jual," ujarnya. Andry, pemilik toko Breva Motor, mengaku, belum banyak toko di Ruko Cimone Indah Plaza yang menyediakan jasa ketok magic dan cat seperti dirinya.
Kondisi ini cukup menguntungkannya. Karena persaingan masih longgar, ia bisa dengan mudah dikunjungi konsumen yang ingin memperbaiki kendaraannya. "Strategi khusus tidak ada, ya standar saja seperti pelayanan yang ramah," katanya.
Menurut Hendra, persaingan di antara mereka masih tergolong sehat. Apalagi hampir setiap pedagang sudah memiliki pelanggan tetap. Para pedagang juga tidak ada yang memainkan harga.
Hendra bilang, tempat ini selalu ramai dikunjungi karena banyak masyarakat Tangerang dan sekitarnya yang malas mencari aksesori ke Jakarta karena macet. Lagi pula, aksesori yang dijual di tempat ini juga terbilang lengkap. Pengunjung juga merasa lebih aman berburu aksesori di kawasan ini karena aman dari pencuri.
Menurutnya, sentra otomotif di Jakarta ada yang rawan pencurian, sehingga pelanggan menjadi tidak tenang. "Kalau di sini pengamanannya terjaga karena berdekatan dengan mal," ujarnya.       
(Selesai)
sumber : kontan.co.id
Share: