Usaha Sabun Susu Kambing Beromzet Ratusan Juta

Belakangan ini semakin banyak orang mengkhawatirkan kandungan bahan kimia pada pelbagai produk konsumsi. Bukan cuma makanan, tetapi juga kebutuhan harian, seperti sabun dan sampo. Alhasil, masyarakat mulai mencari produk yg sedikit, bahkan sama sekali tak mengandung bahan kimia.

Kondisi ini menjadi peluang cukup menjanjikan. Anya Madiapoera, misalnya, mencoba berinovasi membuat sabun yg tak menggunakan bahan berbahaya. la membuat sabun alami berbahan dasar susu kambing. "Selain kualitasnya lebih bagus, proses produksinya juga ramah lingkungan," ajar Anya.

Awal mendirikan Bisnis Sabun ini, Anya tidak langsung berhasil. Pada tahun pertama, ia hanya menggunakan buat konsumsi sendiri. Menurutnya, tidak mudah memasarkan produk sabun berbahan alam ini. "Butuh waktu lama memperkenalkan produk buatan tangan," akunya.

Salah satu kendalanya adalah harga yg relatif lebih mahal. Selain itu, masa pemakaiannya lebih singkat ketimbang sabun mandi biasa. "Tapi, masyarakat sudah semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan menjaga lingkungan," kata Anya.

Dalam sebulan, Anya bisa memproduksi sebanyak 2.500 kotak sabun. "Untuk memproduksi sabun sebanyak itu, saya membutuhkan 50 liter susu kambing murni," ucapnya.

Selama ini, Anya hanya memakai susu kambing jenis ettawa. Kambing jenis ini merupakan kambing perah dari India. Ia mendapatkannya dari peternakan di sekitar Bandung, Jawa Barat. Selain susu kambing, ia juga memakai bahan baku lainnya, seperti minyak kelapa, zat NaOH (zat kimia yg bersifat basa), dan minyak atsiri.

Omzet Rp 100 juta

Cara pembuatan sabun susu kambing ini cukup mudah. Awalnya, minyak dipanaskan dan dicampur dgn susu kambing dan NaOH. Setelah itu, ditambahkan minyak atsiri dan dimasukkan ke cetakan sabun. Setelah didiamkan selama 24 jam, adonan itu dikeluarkan dari cetakan. "Sabun baru bisa dipakai setelah didiamkan selama empat minggu," kata Anya.

Saat ini, Anya sudah memiliki tiga gerai untuk memajang produk Soaphisticated. Dua di Bandung dan satu lagi di Bali. Selain itu, ia juga menerima pesanan buat suvenir pernikahan dan juga memasok ke beberapa spa dan salon. Anya membanderol sabun susu kambing buatannya seharga Rp 25.000 per bungkus. "Dalam sebulan, omzet saya bisa mencapai Rp 100 juta," ujarnya.
Share: