Tuna, blue marlin dan lobster percepat kemajuan Pesisir Barat Lampung


Potensi perikanan tangkap di laut yang besar dengan ikan andalan seperti tuna dan blue marlin (ikan tuhu) serta lobster, akan ikut mempercepat penguatan perekonomian Daerah Otonomi Baru Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung.

"Banyak potensi perikanan laut yang bisa dijadikan andalan jika dikelola dengan baik untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Pesisir Barat, seperti ikan tuna, blue marlin, serta udang lobster," kata Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri, di Bandarlampung.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, Senin (22/4), telah melantik dan mengambil sumpah 11 kepala daerah otonomi baru (DOB) di gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.

Mendagri salah satunya melantik Kherlani yang sebelumnya Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Lampung sebagai Penjabat (Pj) Bupati DOB Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung yang dimekarkan dari Kabupaten Lampung Barat.

Acara pelantikan itu juga dihadiri Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri dan sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemprov Lampung.

Menurut Mukhlis Basri, Kabupaten Pesisir Barat yang memiliki panjang pantai laut sekitar 210 km, dan perairan laut yang luas berhadapan langsung dengan Samudra Indonesia, memiliki potensi berbagai jenis ikan andalan.

Bahkan, katanya lebih lanjut, jenis ikan blue marlin atau oleh masyarakat setempat sering disebut dengan ikan tuhu, sudah menjadi makanan sehari-hari bagi warga Kota Krui di Pesisir Barat dan sekitarnya, tetapi mungkin bagi masyarakat di luar termasuk jenis ikan langka.

"Bagi warga Krui, ikan blue marlin bisa dikatakan sudah menjadi makanan sehari-hari mereka, tetapi bagi kita masyarakat di Bandarlampung saja ada yang menganggap itu ikan aneh, bahkan mungkin ada yang baru mendengarnya," katanya pula.

Sedangkan ikan tuna, Mukhlis Basri menyebutkan, di wilayah Pesisir Barat itu terdapat sebuah pulau yang bernama Pulau Betuah, termasuk salah satu pulau terluar yang di sekitarnya terdapat terumbu karang yang masih asli.

"Kawasan itu dilaporkan menjadi salah satu tempat berlabuh bagi ikan-ikan dari perairan benua Australia yang akan menuju Samudra Hindia. Di sanalah tempat ikan-ikan itu beristirahat, bertelur lalu melanjutkan perjalanan, sehingga ada ikan tuna yang beratnya sampai 300 kg," kata dia lagi.

Kemudian udang atau lobster sudah banyak ditangkap selain untuk konsumsi masyarakat Pesisir Barat dan Lampung Barat serta Provinsi Lampung sendiri, juga banyak yang dikirim ke Jakarta dan sekitarnya atau diekspor.

Bahkan di perairan Pesisir Barat juga merupakan lokasi pendaratan bagi penyu langka, salah satunya penyu Belimbing.

Menurut hasil kajian, potensi lestari perikanan tangkap di perairan pesisir Kabupaten Pesisir Barat itu sebanyak 90.000 ton per tahun, dan yang baru dimanfaatkan kurang dari lima persennya.

DOB Pesisir Barat dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2012 tentang Pembentukan Kabupaten Pesisir Barat, pemekaran dari Kabupaten Lampung Barat.

Pesisir Barat memiliki luas wilayah 2.907,23 km2, saat ini terdiri atas 11 kecamatan, 116 pekon/desa, dan dua kelurahan.

Secara kewilayahan kabupaten baru atau ke-15 di Provinsi Lampung ini berbatasan dengan sebelah selatan Samudra Indonesia, sebelah utara Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan, dan Kabupaten Tanggamus, sebelah barat Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu, dan sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Tanggamus.


sumber : antaranews.com
Share: