TKI Taiwan Pelatihan Lele Kolam Terpal

Kegiatan pelatihan wirausaha budidaya lele kolam terpal bagi TKI di Taichung diselenggarakan atas kerjasama bidang administasi KDEI Taipei dan Bidang Sosial PPI Taiwan.
Kegiatan ini bertemakan ‘Membangun Jiwa Kewirausahaan TKI melalui Budidaya Lele Wadah Terpal’ yang bertujuan merangsang dan memotivasi para TKI untuk membekali dirinya dengan jiwa wirausaha khususnya pembesaran lele wadah terpal sekembalinya mereka ke kampung halaman masing-masing.
Kegiatan ini dihadiri oleh 21 orang TKI yang berada di shelter KDEI Taichung serta perwakilan dari pengurus KDEI dan PPI Taiwan. Acara pertama kali dibuka oleh saudari Restu Ryzkita Kusuma selaku MC dan dilanjutkan kata-kata sambutan perwakilan dari shelter KDEI Bpk. Rudi serta ketua panitia, M. Ali Rahman Hakim dan Ketua umum PPI Taiwan, Bapak Ramzi adriman.
Dalam kegiatan pelatihan sehari ini, para TKI diberikan materi baik teori maupun praktek tentang bagaimana memulai usaha budidaya lele wadah terpal. Selama ini para TKI hanya mengetahui untuk memulai usaha lele harus memiliki modal besar dan lahan yang luas, namun setelah mengikuti pelatihan pembesaran lele bak terpal ini mereka mendapatkan pencerahan dan motivasi bahwa usaha bisnis lele juga bisa dimulai bagi orang yang memiliki modal kecil maupun lahan yang terbatas.
Materi yang diajarkan kepada TKI adalah konsep-konsep budidaya perikanan dan kualitas air, desain dan teknik pembuatan wadah terpal, teknik aklimatisasi benih, pemeliharaan, pemberian pakan hingga pemanenan.
Sedangkan kegiatan praktek yaitu para TKI diberi kesempatan langsung untuk membuat rangka kayu bak, perangkaian terpal, teknik aklimatisasi (transfer) benih ikan, siphoning (pembersihan) sirkulasi air, pemberian dan pembuatan pakan ikan dan teknik aerasi (pemberian udara).  Tak lupa pula diberikan analisa usaha untuk memulai wirausaha lele sehingga para TKI mengetahui perkiraan modal dan pendapatan ketika sudah memulai usaha nantinya.
Menurut Bapak Dedi Fazriansyah Putra, M.Sc, instruktur pelatihan wirausaha lele tersebut, pengetahuan dasar para TKI terhadap usaha lele sebenarnya sudah ada. Namun, menurut dosen dan praktisi perikanan air tawar yang telah menggeluti bidangnya selama 3 tahun ini, karena minimnya pengetahuan dan teknik yang dimiliki TKI sehingga mereka tidak tahu bagaimana cara memulainya. Pemateri yang berstatus mahasiswa S3 sains akuakultur NTOU berhasil memotivasi para TKI  untuk memulai usaha lele tersebut dibuktikan dengan testimoni positif peserta pada akhir acara.
Setelah pelatihan selesai, peserta di ajak untuk memberikan testimoninya. Adapun tanggapan dari TKI mereka sangat senang dan puas akan pemaparan yang disampaikan oleh instruktur. Tak lupa menyampaikan syukur dan berterima kasih kepada pihak KDEI dan PPI Taiwan yang telah mengadakan pelatihan wirausaha ini.
Diantara beberapa peserta TKI yang sebentar lagi akan kembali ke Indonesia dengan mantap dan yakin mengatakan akan langsung memulai usaha budidaya lele karena telah mengetahui teknik dan analisa usaha yang tidak memerlukan modal besar.
Sri Wesmeni dan Samiatin, TKI yang akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat, mengatakan sangat terinspirasi termotivasi akan program training lele ini. Bahkan mereka dengan semangat akan memulai dan mencoba usaha budidaya lele di banyuwangi, kampung halamannya. 

sumber : budidaya-ikan.com
Share: