Sumsel Dominasi Produksi Ikan Patin Indonesia

Produksi ikan patin Sumsel merupakan terbanyak di Indonesia yang pada tahun 2011 saja mencapai produksi 2/3 dari jumlah penghasilan sebesar 3.686.000 ton. Dan hingga detik ini produksi ikan patin Sumsel masih menjadi nomor satu di Indonesia ,”Kita masih terbanyak di Indonesia sedangkan saat ini terus berupaya menggaet investor yang memang saat ini telah ada beberapa investor dari Vietnam,Amerika dan Singapura sebenarnya banyak yang masuk namun baru tiga ini yang kita nilai mempaunyai kompeten ,”ucap Kadis Kelautan dan Perikanan Sumsel Sri Dewi Titisari.
Dikatkannya, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel akan memperjuangkan Investor agar dapat melakukan investasi terhadap ikan patin yang saat ini merupakan penghasil terbesar di Indonesia dan memang di katakan oleh Kadis Kelautan dan Perikanan Sumsel Sri Dewi Titisari saat ini telah ada beberapa investor yang meliriknya seperti dari Vietnam,Amerika Serikat dan Singapura.
Sri Dewi juga menuturkan bahwa untuk investor dari Vietnam telah memiliki surat izin untuk berinvestasi ikan patin di Sumsel ini namun memang Vietnam menggandeng investor dari lokal juga ,”Vietnam sudah ada izin yang rencana investasi dari ulu ke ilir dalam jenis ikan patin dan dia juga menggandeng investor dari lokal juga yaitu salah satu kaolamerat dari Jakarta dan sekarang sudah mereka mulai,”bebernya.
“Sedangkan Amerika itu baru datang pada Idul Adha kemarin dengan mengirimkan utusannya wanita yaitu profesor Luda dan sekarang sedang kembali ke Negaranya untuk berunding kembali menentukan langkah apakah jadi atau tidak mereka melakukan invenstasi ikan patin di Sumsel ini sama juga dari ulu ke ilir juga investasinya serta kita mengharapkan semua investor tersebut jadi untuk berinvestasi di Sumsel ini yang saat ini sedang saya sangat upayakan ,”ungkap Sri Dewi.
Sri Dewi juga sedikit memberi gambaran bahwa ikan patin juga telah banyak beredar di market market yang namanya di sebut Dori ,”Patin juga sudah ada terdapat di market namanya Dori itu ya ikan patin namun tidak tahu dari mana asalnya dan tidak tahu juga darimana jalur masuknya ,sedangkan ikan patin kita memang belum melakukan tahap ekspor akan tetapi telah mensuplai ke Daerah lain seperti Jakarta,Lampung dan Jambi ,”urainya.
Ketika di tanya apakah pada tahun mendatang memiliki target produksi yang lebih besar lagi Sri Dewi menjawab jelas ada namun tidak terlalu besar ,”Target kita paling hanya meningkatkan produksi sebesar 10-20 persen dari produksi sekarang agar tetap menjadi produksi terbanyak di Indonesia sedangkan untuk melakukan ekspor ikan patin kita sendiri sebenarnya telah memenuhi syarat standar yaitu memiliki kualitas yang baik serta mempuanyai kuota agar terus memenuhi paksa pasar yang ada ,”pungkasnya.

sumber : budidaya-ikan.com



Share: