Sumber Air Mengering, Ribuan Petani Ikan Jabar Nganggur

Sebanyak 150.000 petani budidaya ikan di Jawa Barat berhenti berproduksi karena terdampak kekeringan.
Kepala Dinas Perikanan Jabar Ahmad Hadadi mengatakan para petani ikan saat ini kesulitan memproduksi ikan tawar setelah sejumlah sumber air kini mengering. “Para petani tidak bisa mengembangkan budidaya ikan, saat ini terpaksa vakum,” kata Hadadi.
Laporan paling banyak menurutnya datang dari petani Indramayu yang kolam budidayanya mengandalkan tadah hujan. Petani ikan di Jabar saat ini jumlahnya sekitar 175.000 dimana 150.000 adalah petani tambak di pantai utara dan selatan, 10.000 petani keramba jaring apung dan sisanya pengelola ikan di kolam dan sawah.
Dampak dari nganggurnya para petani ikan ini membuat mereka kehilangan pemasukan dari pengembangan benih dan ikan. Selain seretnya pendapatan para petani, hal ini menurutnya membuat produksi budidaya ikan tawar di Jabar berkurang drastis. “Jelas ada penurunan sampai 40% dari total budidaya ikan di Jabar yang mencapai 720.000 ton,” katanya.
Meski sudah mengancam produksi Jabar Hadadi mengaku tidak ada anggaran khusus untuk menolong para petani ikan. Dinas Perikanan sendiri memberikan dua solusi pada para petani.
Pertama para petani mengembangkan ikan yang tidak memerlukan air yang mengalir kencang seperti lele, patin dan gurame. “Lele itu bisa dikembangkan di air tanah. Bisa jadi alternatif,” katanya. Pihaknya juga meminta petani jaring terapung seperti di Waduk Jatiluhur untuk mengurangi kepadatan ikan dalam jaring. “Jatiluhur masih bisa meski terus terjadi penurunan debit air, tapi kepadatan ikan di oksigen rendah harus dikurangi,” katanya.
Produksi ikan di Waduk Jatiluhur pun menurutnya sudah menurun dari satu keramba biasanya 1 ton kini tinggal beberapa kilo saja. Menurut Hadadi, solusi yang ditawarkan pada para petani bersifat sementara sampai musim penghujan datang. Saat ini sejumlah petani ikan di daerah banyak yang memilih menanam sayuran atau palawijaya di kolam atau areal sawah yang kering. “Solusi paling penting, menunggu hujan turun,” katanya.

sumber : budidaya-ikan.com
Share: