Stimulan Pakan Ikan (SPI), Pakan Ikan Dengan Teknologi Nuklir

Kelompok peternak ikan di Kabupaten Tangerang boleh tersenyum riang. Pasalnya, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kini telah menciptakan pakanan ikan dari hasil rekayasa nuklir bagi mereka.
Pakan ikan dari teknik nuklir yang disebut sebagai Stimulan Pakan Ikan (SPI) itu bahkan mampu meningkatkan bobot ikan hingga 30% dari normalnya sehingga dapat mempercepat masa panen ikan.
Kepala Pusat Diseminasi Iptek Nuklir BATAN, Ir. Ruslan mengatakan, SPI merupakan hasil Pemanfaatan Litbangyasa Iptek Nuklir (PHLIN) dari penelitian dan pengembangan iptek nuklir.
Suplemen SPI tersebut mampu meningkatkan kualitas ukuran, bobot, berat ikan serta mempercepat pertumbuhan. Hasil penelitian BATAN itu juga mempercepat panen ikan.
“SPI hasil penelitian BATAN pada dasarnya mengunakan bahan kimia pertanian,” kata Ruslan, saat panen ikan tawar di Desa Sumur Bandung, Jayanti, Kabupaten Tangerang.
Ruslan menuturkan, bahan limbah pertanian untuk pakan ikan diproduk BATAN berasal dari ampas kelapa sawit, ampas kecap, bungkil kedelai, tepung ikan dan menir atau dedak.
Adapun vitamin dan mineral untuk panganan bagi ikan mengunakan vitamin topmix. SPI mengunakan iptek nuklir mencoba mendekontaminasi bakteri patogen agar pakan tersebut lebih tahan lama.
Kekurangan dari pakan itu sendiri, adalah pakan tidak bisa mengapung dan tengelam didalam air tempat dimana ikan berkembang biak.
“Pakan ikan yang dari iptek nuklir aman untuk dikonsumsi ikan lele dan ikan jenis lain. Masyarakat juga tidak terkontaminasi radiasi jika menkonsumsi ikan yang diberikan pangan dari iptek nuklir,” kata Ruslan.
Tidak hanya itu, BATAN juga mengembangkan pakan bagi pejantan ikan air tawar mengunakan hormon testoren. Hormon tersebut tidak mengandung residu kimia karena berasal dari testis sapi dan bersifat alami.
Tujuannya yaitu lebih banyak menjantankan ikan atau seks reversal, karena pertumbuhan ikan jantan lebih cepat besar dibanding ikan betina, sehingga menguntungkan petambak karena mempercepat masa panen.

sumber : budidaya-ikan.com
Share: