Sidoarjo Miliki Pusat Olahan Ikan

Masyarakat Sidoarjo yang hobi makan ikan tidak perlu jauh-jauh mencari ke daerah tambak. Gedung bekas Pasar Ikan lama di Jl Hang Tuah, sekarang disulap menjadi pusat pengolahan berbagai ikan asap, kerupuk dan abon dari daging ikan.
Fasilitas yang disediakan itu sebagai sarana memasarkan ikan di Sidoarjo dan sarana kuliner. Sidoarjo sendiri dikenal sebagai penghasil udang dan bandeng terbaik dibanding daerah lain karena tidak bau tanah. Untuk mengangkat produk ikan olahan, gedung yang semula dijadikan pasar ikan kini di ubah menjadi stan. Jumlah stan yang ada sebanyak 32 unit dan disediakan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“UMKM yang ada disini untuk mempermudah pengawasan dan pendistribusian. Karena selama ini produk ikan olahan tercerai berai di beberapa wilayah dan kini dijadikan satu,” tutur Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah.
Menurut Abah Ipul, panggilan Saiful Ilah, ikan olahan yang ada disamping untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Sidoarjo juga disediakan untuk wisatawan dari luar daerah yang berkunjung ke Sidoarjo. Di beberapa stan yang ada, ada beraneka ragam ikan yang sudah diolah, seperti pentol ikan bandeng, abon bandeng, otak-otak, kerupuk dan nugget ikan bandeng.
“Produk di pusat olahan ikan yang ada di Sidoarjo tidak hanya bandeng dan udang saja. Ikan lele, dan nila Sidoarjo juga menjadi produk unggulan,” paparnya.
Sementara Kasubag Pemeritaan Humas Pemkab Sidoarjo, Evi Rupitasari mengatakan pusat olahan ikan juga menjadi wisata kuliner di Sidoarjo. Pengunjung bebas memilih ikan olahan untuk dibawa pulang atau bisa dinikmati di lokasi karena ada beberapa stan yang menyajikan makan siap saji. “Ini sangat cocok untuk dinikmati bersama keluarga. Disitu juga ada yang menjual ikan hias,” ungkap Evi.
Produk ikan olahan yang dibuka rupanya mendapat respons dari masyarakat. Pengunjung banyak yang menyerbu stan otak-otak, bandeng presto dan pentol ikan. Pentol ikan bandeng yang belum banyak dikenal masyarakat paling banyak ditanyakan masyarakat. Pasalnya, selama ini yang sering terdengar adalah pentol daging.
“Ikan olahan yang dijual di pusat pengolahan harganya mulai Rp 10.000 sampai Rp 20.000/ikan,” katanya.

sumber : budidaya-ikan.com
Share: