Produksi perikanan Bengkulu terendah di Sumatra

Bank Indonesia mencatat produksi perikanan laut Provinsi Bengkulu selama 2016 berada pada urutan terbawah di Pulau Sumatra. Akibatnya potensi perekonomian sektor tersebut menjadi sia-sia.
Kepala BI Perwakilan Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra mengatakan, Bengkulu hanya menyumbang sekitar 5% dari seluruh hasil produksi perikananlaut di Pulau Sumatra.
"Tertinggi yakni Sumatra Utara sebesar 48%. Ini sangat disayangkan karena hasil produksi berbanding terbalik dengan kekayaan laut Bengkulu," katanya di Bengkulu.
Jika berbicara potensi, Bengkulu memiliki laut yang terbentang sepanjang 525 kilometer serta mencapai ratusan mil ke Samudra Hindia. Bengkulu juga tidak berbatasan langsung dengan daerah atau negara lain, samudra yang bisa dimanfaatkan menjadi sangat luas jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Sumatra.
Di sepanjang Samudra Hindia tersimpan kekayaan laut terbaik seperti ikan tuna, GT, layur serta spesies lainnya yang memiliki kualitas dengan standar ekspor. "Sayangnya kita belum bisa memanfaatkan kekayaan laut itu oleh karena beberapa faktor penting yang harus segera dibenahi, seperti infrastruktur yang belum memadai," ujar Endang.
Seperti, Pelabuhan Pulau Baai mengalami pendangkalan alur, akibatnya kapal dengan tonase besar tidak bisa berlabuh. Bengkulu juga memiliki keterbatasan minimnya kapal dengan bobot di atas 30 gross ton sehingga jarak pelayaran menjadi terbatas hanya pada rentang 4-12 mil laut saja.
"Satu lagi yang terpenting adalah pembangunan manajemen finansial nelayan, inilah yang menjadi sumber kemiskinan pada masyarakat nelayan selama ini," ujarnya.
Untuk 2017, Bank Indonesia merekomendasikan Pemerintah Provinsi Bengkuluagar bisa merealisasikan pembenahan infrastruktur pelabuhan, menambah armada kapal berbobot besar serta segera melakukan penguatan kelembagaan finansial bagi masyarakat nelayan.
sumber : kontan.co.id
Share: