Potensi untung usaha budidaya si kacang merah (1)

Kacang merah merupakan salah satu jenis polong-polongan yang banyak dikonsumsi masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Manfaat tanaman yang memiliki nama Latin Phaseolus vulgaris L. ini berlimpah, sehingga sering digunakan sebagai bahan pelengkap sayur atau juga kerap dikonsumsi sebagai salah satu pelengkap menu salad.
Kacang merah banyak mengandung asam folat, kalsium, karbohidrat dan protein yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, kadar serat yang tinggi juga bisa membantu menurunkan kolesterol dalam tubuh. Itu sebabnya, permintaan kacang merah terus ada. Sehingga banyak pembudidaya yang melirik membiakkan tanaman polong ini.   
Salah satunya adalah Budiman Bagus, asal Malang, Jawa Timur. Dia telah membudidayakan kacang merah sejak 2006 silam. Agar dapat terlindungi dari serangan hama, Budiman menanam kacang merah diselingi dengan tanaman kentang. Selain menjual hasil panen kacang merah, Budiman juga menjual bibit tanaman ini.
Pada lahan seluas 10 hektare (ha), Budiman bersama dengan petani lainnya membudidayakan tanaman sayuran, termasuk kacang merah yang menempati separuh dari total lahan tersebut. Kacang merah bisa dipanen tiga bulan sekali.
Dalam sekali panen, Budiman bisa menghasilkan 1.000 kg kacang merah. Harga jual di pasaran sekitar Rp 8.000 per kg. "Dari situ omzet yang didapatkan bisa mencapai Rp 8 juta sekali panen," ujar Budiman.
Biasanya Budi memasok komoditas ini ke pasar-pasar tradisional di Pulau Jawa seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Malang dan Surabaya. Selain itu, ada juga pembeli yang datang dari Medan.
Budi bilang, kacang merah hanya bisa di budidayakan di daerah dataran tinggi yang memiliki iklim sejuk dan daerah yang memiliki kandungan air yang cukup banyak. Jenis tanah yang cocok untuk tanaman kacang merah adalah andosol dan regosol karena mempunyai drainase yang baik.
Petani lainnya yang juga memetik laba dari budidaya kacang merah adalah Hasrul Zakariya. Petani asal Situbondo, Jawa Timur ini menanam kacang merah dan beberapa tanaman palawija di tanah seluas 0,5 ha. Lahan yang digunakan untuk menanam kacang merah hanya sekitar 2.000 meter persegi (m²). Perkebunannya terletak di Bondowoso, tidak jauh dari kawasan Gunung Ijen.
Budi mengaku penjualan kacang merah tidak pernah sepi. Konsumennya adalah para pengusaha industri makanan, restoran serta hotel. Biasanya setiap seminggu sekali ada konsumen yang mengambil dalam partai besar minimal 5 kuintal dengan harga jual Rp 7.500 per kg.         

(Bersambung) 

sumber : kontan.co.id
Share: