Potensi Besar, Perbankan Diminta Mudahkan Pendanaan Perikanan Budidaya

Sektor perikanan budidaya di Indonesia masih memiliki potensi yang sangat luas untuk digarap.
Perbankan nasional diharapkan memberi perhatian terhadap pengembangan sektor perikanan budidaya dengan tak segan memberi kucuran pinjaman bagi investasi di bidang itu.
Menurut Presiden Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), Rokhmin Dahuri, pintu sangat terbuka lebar bagi masuknya investasi baru ke dalam sektor perikanan budidaya.
Selain pemainnya masih belum terlau banyak, wilayah yang belum dikembangkan juga masih besar. Masalahnya adalah kendala di dunia perbankan yang masih ragu memberi dana bagi investasi di bidang itu.
“Maka menurut saya Pemerintah bisa memberi jaminan agar perbankan lebih yakin. Selain itu, saya yakin para pelaku perikanan bisa berusaha semakin menunjukkan bahwa ini usaha lestari yang bisa bertahan lama,” kata Rokhmin di sela pembukaan Konferensi Internasional Akuakultur Indonesia (ICAI) 2012, di Semarang.
Dia menekankan sektor perikanan budidaya di Indonesia masih memiliki potensi yang sangat luas untuk digarap. Indonesia memiliki potensi perikanan yang bisa digarap sebesar 65 juta ton pertahun.
Dari jumlah itu, perikanan tangkap laut hanya menyumbang sekitar 7 ton. Sisanya dari perikanan budidaya di tambak payau sebesar 6 juta ton, sekitar 10 ton di sektor perikanan budidaya perairan tawar, serta sisanya di perikanan budidaya perairan laut.
Di sektor perikanan budidaya perairan laut itu bisa digarap budidaya rumput laut, budidaya ikan patin, ikan kerapu, dan ikan nila.
“Khusus untuk ikan nila, pasar di Eropa dan AS sangat besar dan setiap tahun selalu tumbuh permintaannya. Belum lagi kebutuhan di Indonesia yang semakin naik karena bertambahnya jumlah kelas menengah,” jelasnya.
Sementara Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharip Cicip Sutardjo, mengatakan pihaknya berkomitmen terus mempercepat pembangunan sarana-prasarasana industri perikanan budidaya, termasuk kemitraan dengan perbankan maupun lembaga pembiayaan lainnya.
“Hasilnya, Kita telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan Kementrian Pekerjaan Umum, BPN, PLN, dan Perbankan, untuk mendukung keberhasilan kegiatan industrialisasi perikanan budidaya, terutama industrialisasi udang,” ujar Sharip.
sumber : budidaya-ikan.com
Share: