Populasi Ikan Laut Menipis, KKP Genjot Perikanan Budidaya

Populasi ikan di laut dunia termasuk di wilayah Indonesia semakin menipis. Hal tersebut membuat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggenjot produktivitas perikanan budidaya atau akuakultur.
Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo, contoh menipisnya populasi ikan di laut adalah menurunnya populasi ikan tuna Bluefin hingga 70 persen. Hal tersebut membuat harga tuna Bluefin melejit karena semakin langka.
“Paling ekstrim adalah tuna Blufin menurun 70 persen dalam tiga tahun. Salah satu dampaknya makanan Sushi Toro yang terbuat dari Blufin jadi sangat mahal,” kata Sharif dalam saat membuka pertemuan International Conference of Aquaculture Indonesia (ICAI) 2012 di Novotel, Jl Pemuda, Semarang.
Sharif menambahkan, potensi perikanan tangkap di Indonesia mencapai 6 juta sampai 6,5 juta ton per tahun. Padahal selama ini produksi perikanan tangkap di Indonesia mencapai 5,5 juta ton per tahun. Hal tersebut berbeda dengan China yang memperoleh 16 juta ton ikan tangkapan per tahun namun tetap menghasilkan 40 juta ton ikan per tahun dari hasil perikanan budidaya.
“Contoh di China, mereka 16 juta ton itu sudah keliling seluruh dunia, sedangkan akuakultur mereka juga meningkat dengan pesat karena mereka sudah mengembangkan akuakultur budidaya ikan maupun udang di daratan sampai mereka bisa mencapai 40 juta ton,” tandasnya.
Sharif menyatakan, KKP akan melakukan revitalisasi sekitar 130 ribu hektare tambak di sepanjang Pantura Pulau Jawa. Saat ini, pemerintah sudah melakukan revitalisasi Jawa Barat dan Banten.
“Revitalisasi tambak sudah berjalan di sepanjang Jawa Barat dan Banten seluas 20 ribu hektare. Berikutnya tambak di Jawa Tengah dan Jawa Timur,” tegas Sharif.
“Pulau Jawa yang pertama, tetapi tahun depan 2013 kami akan lakukan di Sulsel, Lampung, Kalimantan, Sumatera,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk total luas di Pulau Jawa, pihaknya menargetkan 130 ribu hektare untuk perikanan budidaya. “Kita akan mendorong atau paling tidak pemerintah bersama PU akan memperbaiki irigasi dan jalan primer,” kata Sharif.
Ia mencontohkan perikanan budidaya yang dilakukan di darat yaitu budidaya udang dan bandeng di Subang yang sudah menghasilkan 15 ton hingga 18 ton per musim panen.
“Jika dihitung per tahun bisa mencapai 30 hingga 40 ton,” ujarnya.
Oleh sebab itu, KKP serius dalam mengoptimalkan perikanan budidaya karena diharapkan nantinya akan menjadi ujung tombak KKP. “Penting perikanan budidaya karena jika diplanning secara terstruktur bisa menjadi ujung tombak KKP,” tandasnya.
Tercatat produksi perikanan budidaya menunjukkan grafik positif yaitu kenaikan jumlah dari 4,78 juta ton pada tahun 2010 menjadi 7,92 juta ton pada tahun 2011.
sumber : budidaya-ikan.com
Share: