Petani Aceh Besar Enggan Gunakan Bibit Ikan BBI

Petani yang membudidayakan ikan air tawar jenis ikan mas, nila dan lele di Kecamatan Jantho Baru, Kabupaten Aceh Besar, enggan menggunakan bibit ikan yang dijual di UPTD Balai Banih Ikan (BBI) setempat, karena menilai kualitas bibit kurang bagus.
“Selama ini kami tidak menggunakan atau membeli bibit ikan dari UPTD BBI, sebab kualitasnya dan mutu bibitnya kurang bagus,” kata salah seorang pembudidaya, Dasura, di Banda Aceh.
Dikatakannya, saat pertama kami mengambil bibit ikan air tawar dari UPTD BBI Jantho Baru, mendapati pertumbuhan ikan cukup lama, mungkin karena bibit ikan yang dijual BBI kualitasnya tidak bagus. Akibatnya para petani merugi.
“Kami harus mengeluarkan biaya lebih untuk dapat memanen ikan yang kami beli di BBI. Hampir tidak ada keuntungan buat kami jika menggunakan benih itu,” jelasnya.
Ia juga mengatakan, selama ini pembudidaya ikan air tawar di wilayah Aceh Besar memasok bibit dari luar daerah. Selain harganya murah, kualitas bibit juga jauh lebih baik dari yang dijual di BBI.
Pihaknya berharap, pemerintah setempat melalui dinas terkait dapat memantau dan meningkatkan kualitas bibit ikan yang dijual di UPTD BBI, agar pembudidaya dan petani ikan air tawar di Aceh Besar tidak lagi memasok benih dari luar.
“Untuk apa juga pemerintah menganggarkan dana banyak kalau hasilnya tidak maksimal. Kita berharap ke depan pemerintah dapat meningkatkan kualitas bibit untuk kemakmuran masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Dasura mengharapkan pemerintah membagun pabrik pakan untuk para peternak di Aceh. Karena selama ini mereka terpaksa membeli pakan ke Medan.
“Padahal pabrik pakan ternak sangat bagus didirikan di Aceh, karena memiliki lokasi yang strategis, bahan baku mudah didapat. Apalagi banyak pengusaha di sini. Selain itu, dampak dari pembangunan pabrik tersebut bisa mengurangi angka pengangguran,” katanya.

sumber : budidaya-ikan.com
Share: